pengangguranBankindonesia

BI Catat Angka Pengangguran Naik Jadi 9,7 Juta Orang Akibat Pandemi

( kata)
BI Catat Angka Pengangguran Naik Jadi 9,7 Juta Orang Akibat Pandemi
Ilustrasi jumlah pengangguran di Indonesia - - Foto: MI/ Ramdani


Jakarta (Lampost.co) -- Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengatakan penurunan ekonomi domestik berimbas pada bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia. Bahkan angka pengangguran naik dari 2,6 juta menjadi 9,7 juta orang pada Agustus 2020.
 
"Memang mau tidak mau terjadi penurunan konsumsi rumah tangga, padahal ekonomi Indonesia itu hampir 58 persennya didorong oleh faktor konsumsi rumah tangga," ujar Doni dalam kegiatan Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) secara virtual di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.
 
Dengan semakin naiknya tingkat pengangguran, lanjutnya, dibutuhkan sejumlah upaya dari berbagai pihak. Selain menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan bantuan kesehatan dari pemerintah, perlu juga adanya upaya-upaya yang mendorong kegiatan usaha yang membawa dampak sosial.

"Salah satunya sociopreneur, sesuai dengan tema FESKABI hari ini 'Be The Changemaker Through Sociopreneurship'. Secara garis besar (sociopreneur) ini adalah suatu kegiatan usaha yang tidak hanya berpusat pada profit, tapi juga melakukan perubahan yang berdampak positif pada lingkungan sekitarnya," ungkap Doni.
 
Dalam menjalankan bisnis ini, jelas dia, seorangsociopreneurtidak hanya memposisikan dirinya sebagai pengusaha. Lebih dari itu,sociopreneurjuga ikut membangun lingkungan sekitarnya, baik dukungan lingkungan dalam arti sebenarnya sampai kepada meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalamnya seperti membantu mengurangi angka pengangguran.
 
Dalam konteks sociopreneur ini, Bank Indonesia juga melakukan upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sekaligus dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup sosial bagi masyarakat kecil yang disebut sebagai Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Salah satu program ini difokuskan untuk mendorong pemberdayaan wanita.
 
Doni bercerita, saat menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di DKI Jakarta, dirinya mengungkapkan bahwa program pemberdayaan wanita sudah berhasil mengangkat taraf hidup masyarakat. Program yang diinisiasi bank sentral ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di rumah susun (rusun) yang dinamakan Elok by Ibu.
 
Program ini memberdayakan ibu-ibu rusun yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Sekarang, produk-produk yang dihasilkan Elok by Ibu ini bahkan sudah dipasarkan ke berbagai penjuru daerah.
 
"Program ini berhasil menghasilkan produk yang sangat baik dan sudah banyak dipasarkan ke berbagai kalangan konsumen, termasuk melalui medsos (media sosial) yang pada akhirnya membantu mengangkat taraf hidup bagi keluarga penghuni rusun," pungkas Doni.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar