bhayangkari

Bhayangkari Sukses Wirausaha Bantu Ekonomi Keluarga

( kata)
Bhayangkari Sukses Wirausaha Bantu Ekonomi Keluarga
Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Sarie Purwadi Arianto (kiri bawah), PC Bhayangkari Pimstaf sekaligus owner BB Koe Bag, Fitriani Pandra Arsyad (kanan bawah) dan PC Bhayangkari Pesawaran sekaligus pemilik Rajawali Tapis Susi Yati Yasin (kanan atas)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menjadi istri seorang polisi tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, terlebih lagi jika menjadi istri yang memiliki keterampilan dan juga kerja keras tentunya menjadi nilai yang utama menjadi seorang istri.

Hal tersebut tertanam oleh kumpulan Bhayangkari provinsi Lampung yang terus mengembangkan potensi usahanya agar tetap bertahan, ditambah meningkatkan ekonomi keluarga, wanita harus terus memiliki kreatifitas. 

"Sebagai wanita, kita harus terus kembangkan potensi. Terlebih jika kita memiliki jiwa usaha yang tinggi, kita bisa eksplor kearifan lokal yang ada di daerah kita," kata Ketua Bhayangkari Daerah Lampung, Sarie Purwadi Arianto dalam acara Kiat Sukses Wirausaha Bhayangkari Lampung, Kamis 19 November 2020.

Menurutnya, sebagai istri polisi harus siap ditugaskan dimana saja dan kapan saja, namun hal tersebut jngan dijadikan suatu beban melainkan upaya agar dapat kembangkan potensi di daerah yang ditugaskan.

"Selama ditugaskan di daerah manapun kita harus semangat dan eksplor kearifan lokal apa yang bisa kita kembangkan. Apalagi kita memiliki jiwa usaha yang tinggi, kita bisa kembangkan dengan kearifan lokal tersebut. Tak hanya untuk fashion saja, pariwisata juga bisa kita lakukan dan kembangkan dengan baik sekali," paparnya.

Mengembangkan potensi telah dilakukan oleh PC Bhayangkari Pimstaf sekaligus owner BB Koe Bag, Fitriani Pandra Arsyad. Dimna istri dari Humas Polda Lampung ini mengaku dapat kembangkan hobi dengan menghasilkan rupiah.

"Saya punya hobi dengan tas kulit, dan setelah 2018 suami ditugaskan ke Lampung awalnya saya bingung dengan tapis. Namun lambat laun syaa terbiasa gunakan tapis disegala acara, hingga tercetus ide agar hobi saya dengan tas kulit divariasikan dengan khas Lampung," kata Fitriani Pandra Arsyad. 

Bahkan, tasnya tak kalah dengan brand ternama lainnya dan ia telah memiliki karyawan untuk membantunya produksi. "Saya ada karyawan khusus tapi untuk desain, model dan motif saya yang pilih," katanya. 

Ia juga menerangkan bahwa sebagai wanita tak ada kata menyerah dalam meningkatkan usaha. Asal kita punya semangat yang gigih dan jangan pernah menyerah. "Saya terus kembangkan potensi, dan dengan dukungan Ibu Ketua Bhayangkari Lampung juga saya jadi bersemangat," tuturnya. 

Selain tas, hal lain juga dikembangknan seperti PC Bhayangkari Pesawaran sekaligus pemilik Rajawali Tapis Susi Yati Yasin yang telah sukses lebarkan sayap internasional.

"Usaha saya ini sebagai hasil usaha yang terus saya kembangkan. Selain itu juga sebagai acuan agar seluruh wanita tak boleh takut untuk memulai bisnis, kita bisa kembangkan potensi kita bermulai dengan hal yang terkecil," katanya. 

Kembali ke Sarie Purwadi, ia juga menerangkan bahwa usaha para Bhayangkari sukses berjalan karena kekuatan sosial media. "Usaha kami berjalan ini berkat bantuan sosial media, karena kami bisa menjual produk dengan mudah dan pastinya tak perlu langsung ke store ditengah pandemi ini," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar