unilaRSPTN

Besok, Rumah Sakit Unila segera Dioperasionalkan

( kata)
Besok, Rumah Sakit Unila segera Dioperasionalkan
Jumpa pers di Ruang Sidang Rektorat Unila, Rabu, 22 Juli 2020. Umar Robani

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila akan segera dioperasionalkan. Gedung yang merupakan hibah dari Pemkot Bandar Lampung itu mulai beroperasi usai peresmian gedung besok, Kamis, 23 Juli 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Warek II Unila, Prof Asep Sukohar dalam jumpa pers di Ruang Sidang Rektorat Unila, Rabu, 22 Juli 2020. Upacara peresmian itu akan dibarengi dengan penganugerahan Dana Wira Utama kepada Wali Kota Herman HN.

Dalam kesempatan itu, Asep menjelaskan, bantuan gedung dari Pemkot Bandar Lampung, antara lain  tiga gedung RSPTN dan satu gedung perkuliahan Fakultas Kedokteran senilai sekitar Rp74 miliar lebih yang disebut gedung 4, 5, dan 6 akan digunakan untuk teaching hospital yaitu kegiatan proses belajar mengajar, poliklinik spesialis, dan gedung 6 untuk klinik cuci darah.

"Jadi mulai di tahun 2018–2019, membangun tiga unit gedung RSPTN yaitu gedung 4, 5, dan 6," ujar Ketua IDI Lampung itu.

Kemudian, selanjutnya akan ada bantuan gedung perkuliahan Fakultas Teknik dan bantuan untuk pembangunan masjid Al Wasii Unila.

Prof Asep Sukohar, menjelaskan gedung RSPTN akan segera dioperasikan setelah peresmian. Seperti gedung poliklinik dokter spesialis, yang tentunya harus dilakukan proses perencanaan yang panjang.

"Untuk klinik cuci darah, kita mungkin akan bekerja sama dengan pihak ketiga," kata dia.

Keberadaan RSPTN Unila juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung. Hal itu sesuai dengan cita-cita Unila yang ingin berperan dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui bidang kesehatan.

Sementara, Ketua tim penghargaan Unila, Habibullah Jimad, menambahkan, penghargaan Dana Wira Utama tersebut sebagai tanda terima kasih Unila kepada walikota yang telah berkontribusi di dunia pendidikan, khususnya Unila.

"Tapi tak hanya itu, kami juga lihat rekam jejaknya di dunia pendidikan, dan itu menjadi pertimbangan kami untuk memasukkan beliau menjadi salah satu nominasinya, dan layak menerimanya," terang Habibullah Jimad.

Winarko



Berita Terkait



Komentar