#pbnu#pelantikanpengurus#presiden

Besok Pagi Presiden akan Hadiri Pelantikan Pengurus Baru PBNU

( kata)
Besok Pagi Presiden akan Hadiri Pelantikan Pengurus Baru PBNU
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Sekjen Saifullah Yusuf dan jajaran pengurus melakukan gladi bersih pengukuhan, di Dome, Balikpapan, Minggu (30/1/2022). (Foto:Dok)


Balikpapan (Lampost.co)-- Presiden dan Wakil Presiden serta sejumlah tokoh, dan ulama dipastikan akan  menghadiri prosesi pengukuhan pengurus baru PBNU yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center atau Dome Balikpapan pada Senin,  31 Januari 2022. Hal itu dikatakan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

“InsyaAllah Presiden hadir, Wapres hari ini sudah ada di sini,” kata Gus Yahya ketika ditemui di sela-sela gladi bersih di gedung Dome, Minggu malam, 30 Januari 2022.

Pengukuhan dan pelantikan pengurus PBNU sendiri akan dipimpin langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar. Sedangkan Presiden diundang untuk memberikan sambutan pengukuhan.

Sebagian pengurus yang dikukuhkan telah hadir di Balikpapan. Sedangkan ada beberapa pengurus yang tidak bisa hadir namun tetap akan mengikuti prosesi pengukuhan secara daring.

Pengukuhan kali ini juga disiarkan secara langsung melalui 750 kanal YouTube Santri serta kanal YouTube NU Online sehingga bisa diikuti oleh para pengurus Cabang, MWCNU hingga Ranting NU

Pengukuhan juga akan didahului penandatanganan MoU antara PBNU dengan dua Kementerian di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan MoU memberdayakan kampung nelayan. Sedangkan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang peremajaan kebun kelapa sawit dan reboisasi yang melibatkan petani kecil pinggir hutan.

MoU juga akan langsung ditindaklanjuti dengan pencanangan kampung nelayan mandiri di NTT yang akan digelar pada tanggal 5 Februari 2022. Sedangkan pemberdayaan masyarakat petani sawit akan dicanangkan di Palembang pada 11 Februari 2022.

Sementara itu, di lokasi pengukuhan Pengurus baru PBNU kali ini juga digelar pameran Manuskrip Turots, atau pameran kitab-kitab klasik karya ulama Nusantara.

Ada banyak kitab yang dipamerkan. Bahkan ada sebuah kitab yang dimaknai atau dikasih arti oleh Syaikhona Kholil Bangkalan.

“Pameran turots ini diinisiasi beberapa kiai muda yang menginginkan apa yang mereka sebut Nahdlatul Turots yang berarti kebangkitan warisan intelektual ulama Nusantara,” kata Gus Yahya.

Kitab-kitab yang dipamerkan menggambarkan tentang betapa kaya warisan intelektual Nusantara sebagai sebuah pergulatan dari para ulama Nusantara.

“Manuskrip yang dikumpulkan para kiai muda ini ada yang sangat tua bahkan ada karya yang belum diterbitkan,” kata Gus Yahya.

Karya para ulama Nusantara ini menunjukkan betapa kuatnya Islam Nusantara yang memiliki rujukan yang otentik dan kokoh untuk wawasan keagamaan.

“Kita memiliki struktur keagamaan kita sendiri yang tidak kalah kokoh dibandingkan struktur keagamaan dari belahan dunia mana pun,” kata Gus Yahya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar