#penikaman#syekhalijaber#hukum

Besok, Berkas Tahap 1 Penikam Syekh Ali Jaber Dilimpahkan

( kata)
Besok, Berkas Tahap 1 Penikam Syekh Ali Jaber Dilimpahkan
Pelaku penikaman Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian, saat melakukan rekonstruksi.Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung bakal melimpahkan berkas perkara tersangka penikam ulama Syeh Alijaber, Alfin Andrian, ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Pelimpahan berkas perkara tahap 1 tersebut dilakukan pada Senin, 21 september 2020.

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung menggelar rekonstruksi kejadian tersebut pada Kamis, 17 September 2020, sebanyak 17 adegan diperagakan. 

"Rencana besok Senin, 21 September 2020, penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung akan menyerahkan berkas perkara tahap pertama perkara kasus Alfin Andrian sebagai pelaku percobaan rencana pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Minggu, 20 September 2020.

Pandra mengatakan berkas perkara tahap pertama sudah selesai sejak dikeluarkannya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada 15 September 2020 dengan nomor SPDP/228/IX/2020/Reskrim. 

"Sehingga jaksa memberikan putusan, apakah berkas tersebut untuk P19 (perbaikan) atau P21 (pelimpahan tahap dua)," katanya.

Senada, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana membenarkan rencana pelimpahan tersebut. "Senin, kami melimpahkan ke Kejari Bandar Lampung," ujar Kasatresrkim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Minggu, 20 September 2020.

Polresta Bandar Lampung masih melengkapi berkas perkara guna pelimpahan tahap 1 kasus penikaman ulama Syeh Ali Jaber dengan tersangka Alfin Andrian (24).

"Masih proses kelengkapan berkas perkara, kemarin sudah olah TKP dalam waktu dekat, pascarampung langsung kami limpahkan," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombesl Yan Budi Jaya, Jumat, 18 Oktober 2020.

Sebelumnya, Kaporesta memaparkan hingga saat ini sudah 17 saksi yang diperiksa dari berbagai unsur, mulai dari kerabat pelaku, panitia penyelenggara acara di Masjid Falahudin, sampai saksi ahli (medis dan psikiater). Apakah ada saksi baru yang akan dimintai keterangan, sementara Yan Budi menyebutkan cukup.

Terkait hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku, Yan Budi tak bisa memaparkan. Karena selain sedang proses, hal tersebut juga masuk ke dalam ranah teknis penyidikan.

"Sementara sudah semua, kami fokus ke penyidikan, kelengkapan berkas, nanti dilimpahkan ke jaksa penuntut, apa hasil telitinya bakal kami lengkapi," katanya.

Terkait ancaman pidana pidana berlapis yang dijerat pelaku, kuasa hukum pelaku Indra Kusuma dari LBH Ratu Adil menjelaskan hal tersebut merupakan kewenangan aparat. 

"Pasal itun kan subsidarigas, ada saat pembuktian di persidangan nanti kan hanya salah satu dari pasal, bergantung dari fakta persidangan yang akan menjerat dengan pelaku," ujarnya.

Soal 17 adegan kronologi saat rekonstruksi perkara, ia menyebutkan keterangan pelaku pada proses pemeriksaan dan ke kuasa hukum sudah sesuai. "Rekonstrusksi dari polisi ini guna memperjelas semua perkara ini, dari bagaimama cara dia sampai penusukan Syekh Ali Jaber," katanya.

Sementara pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun subsider. Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun subsider. 

Kemudian, Pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Luka Berat dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. Dan, Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Tanpa Hak Menguasai dan Membawa Senjata Tajam dengan ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar