#hubungan-pasangan#Sifat-Posesif

Berurusan dengan Sifat Posesif dalam Hubungan

( kata)
Berurusan dengan Sifat Posesif dalam Hubungan
Sebuah hubungan romantis dengan salah satu pasangan bersifat terlalu mengendalikan atau posesif dapat menimbulkan masalah. (Ilustrasi/Pexels)

JAKARTA (Lampost.co) -- Sebuah hubungan romantis dengan salah satu pasangan bersifat terlalu mengendalikan atau posesif dapat menimbulkan masalah. Ketika cemburu atau merasa tidak aman, pasangan dapat melewati batas dan mengganggu hubungan.

Ada banyak cara halus dan tidak terlalu halus yang dilakukan untuk mengendalikan pasangan sebagai cara untuk menenangkan emosi mereka sendiri. Padahal upaya menguasai pasangan sering kali mengurangi ketertarikan mereka. Membuat pasangan merasa bersalah karena bersama teman-temannya dapat membuat pasangan merasa dikekang.

Dilansir dari Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa kecemburuan dan perilaku posesif menyebabkan ketidakpuasan hubungan dan perilaku destruktif.

Bagaimana menghentikan pola posesif dalam hubungan? Langkah pertama adalah memahami mengapa Anda berusaha mengendalikan pasangan. Kedua, kenali perasaan mendasar yang mendorong Anda melakukannya.

Sebagian besar orang merasa tidak aman dan takut kehilangan orang yang dekat dengan mereka. Perasaan ini dapat muncul dari kepercayan, harga diri yang rendah, ketakutan akan penolakan, atau kehilangan atau keintiman itu sendiri.

Emosi ini dapat menyebabkan keinginan untuk mengendalikan. Alih-alih mengeksplorasi asal perasaan ini, kita cenderung untuk memproyeksikannya ke pasangan kita dan mengendalikan perilaku yang diharapkan dapat mengurangi perasaan menyakitkan ini.

Pengalaman awal di masa kanak-kanak cenderung mengembangkan sifat mengendalikan sebagai upaya melindungi diri dari kondisi sulit atau menyakitkan. Memahami masa lalu kita sendiri dan mengeksplorasi pola keterikatan awal sangat membantu dalam memahami perasaan sebagai orang dewasa.

Pola masa kecil yang berulang dapat beradaptasi pada kehidupan dewasa dan merusak hubungan saat ini.

Namun, ada langkah untuk mencapai hubungan setara dan saling percaya.

1. Tingkatkan kesadaran diri.

Jika rasa tidak aman adalah akar dari perilaku posesif, cari cara untuk lebih mencintai diri sendiri. Hadapi kritik batin dan menerima bahwa diri kita layak dan baik-baik terlepas dari siapa pun. Sekalipun ketakutan terburuk menjadi kenyataan, dan pasangan kita menolak atau mengkhianati, kita harus tahu bahwa dunia kita tidak akan berakhir.

2. Menahan diri dari perilaku cemburu, memerintah atau menghukum

Tindakan selalu mengawasi pasangan hanya akan mengasingkan pasangan dan memperbesar celah. Plus, mereka membuat kita merasa buruk tentang diri kita sendiri. Meski sangat cemas, tahan keinginan mengendalikan pasangan.

3. Terima bahwa perasaan ini berasal dari masa lalu

Kecemasan tidak akan mereda sampai kita berurusan dengan penyebabnya. Keinginan kuat untuk mengendalikan atau memiliki pasangan kita, kemungkinan berhubungan dengan masa lalu.

Memahami cerita masa lalu dapat menuntun kita pada pemahaman diri yang besar. Tahu pemicunya dapat membuat kita merasa tenang sekaligus terapi untuk memahami dan mengatasi perasaan ini.

4. Temukan cara untuk menenangkan kecemasan

Banyak metode untuk menenangkan kecemasan. Latihan pernapasan dan mindfulness memungkinkan kita belajar memahami pikiran dan perasaan kita tanpa dikuasai oleh mereka.  

5. Keluarkan kritik batin Anda

Semua orang memiliki suara kritis yang menyerang kita dan mereka yang dekat dengan kita. Seringkali hal ini menyabotase hubungan. Kritik internal mungkin membuat Anda berpikir "Dia berselingkuh", "Siapa yang mau mencintaimu" atau  "Dia hanya akan meninggalkanmu." Kritik ini muncul ketika kita cemas dalam hubungan yang  mendorong perilaku posesif.

6. Investasikan hidup Anda

Salah satu langkah paling penting saat berhadapan dengan perasaan dan impuls posesif adalah fokus pada kehidupan pribadi. Tanyakan pada diri sendiri, Apa yang ingin saya lakukan? Alihkan perhatian kita dari pasangan dan mulai pikirkan semua hal yang ingin kita lakukan yang akan meningkatkan perasaan kita tentang diri kita sebagai individu yang mandiri.

7. Bicaralah dengan pasangan Anda dari sudut pandang orang dewasa

Percakapan terbuka dan jujur dengan pasangan tentang rasa tidak aman dan perasaan yang dibutuhkan untuk mengendalikan situasi. Kita dapat berkomitmen untuk berusaha tidak menindaklanjuti perasaan-perasaan tersebut. Tapi beritahu pasangan apa yang terjadi dalam diri sehingga dapat dekat dengan pasangan.

Percakapan terbuka yang tidak menyalahkan tapi menjelaskan perjuangan pribadi adalah tindakan rentan. Tapi hal ini memungkinkan pasangan memahaminya.

Dalam hubungan, lebih baik memercayai pasangan dan disakiti daripada membatasi mereka. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengetahui kita dicintai dan dipilih oleh orang yang bebas.

Apa pun hasilnya, Anda mendapat manfaat karena bertindak dengan integritas dan tetap setia pada diri kami sendiri. Kualitas ini akan bermanfaat baik dalam hubungan jangka panjang apa pun.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar