#tajuk#kriminal#beritalampung

Bertarung Meredam Kriminalitas

( kata)
Bertarung Meredam Kriminalitas
Ilustrasi. Dok/Google Images

KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) menutup tahun ini denganam catatat apik. Dalam rilis akhir tahunnya, Mabes Polri mengklaim angka kriminalitas di Indonesia secara umum mengalami penurunan signifikan.

Di bidang penegakan hukum, kejahatan sepanjang 2019 tercatat menurun 53.360 kasus atau turun 19,3%. Sementara penyelesaian masalah menurun 26.205 atau 14,4%, tapi clearance rate meningkat 3,97%.

Amat disayangkan catatan apik jajaran kepolisian itu tidak berlaku di Kota Tapis Berseri. Polresta Bandar Lampung merilis anka kejahatan di kota ini justru meningkat 1,5%. Pada 2018 tercatat 1.881 kasus sementara tahun ini 2.035 kasus.

Selain itu, Polresta Bandar Lampung juga melansir penyelesaian kasus yang tuntas tahun ini mengalami peningkatan. Pada 2019 penuntasan kasus berjumlah 1.251 kasus (61,47%) sementara tahun sebelumnya penyelesaian kasus berjumlah 1.242 kasus (76,7%).

Untuk tahun ini kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasaan (curas), dan pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) atau biasa disebut C3 yang paling menonjol. Kasus curat paling banyak terjadi di Bandar Lampung dengan jumlah 205 kasus.

Naiknya angka kriminalitas di Bandar Lampung tahun ini harus menjadi perhatian serius, terlebih fenomena ini berbanding terbalik dengan turunnya angka kejahatan secara nasional. Tidak hanya aparat, seluruh pihak baik pemerintah kota hingga masyarakat harus ambil bagian meredam tindak kejahatan.

Aparat kepolisian di Kota Tapis Berseri perlu menggiatkan program razia juga patroli untuk memperempit ruang para pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Namun, upaya itu tidak akan efektif jika tidak didukung dan disertai peran aktif masyarakat dalam meredam kejahatan dilingkungan mereka.

Pemerintah Kota Bandar Lampung perli mendorong kembali segenap warga di kota ini untuk aktif menjalankan sistem keamanan lingkunan (siskamling). Peran aktif masyarakat tentu akan menjadi dukungan positif membantu aparat penegak hukum bertarung memerangi kejahatan.

Membangun citra Bandar Lampung sebagai kota yang aman, nyaman, dan tentram amat penting. Terlebih, dengan beroperasinya jalan tol tran Sumatera menjadikan Kota Bandar Lampung dengan berbagai destinasi wisata dan hiburan yang dimilikinya menjadi pilihan para wisatawan terutama dari luar Lampung.

Peluang emas menjadikan Bandar Lampung tempat persinggahan bagi para pelancong tentu tidak boleh dirusak dengan maraknya aksi kejahatan. Pemkot Bandar Lampung juga perlu melakukan inovasi baru dalam menangkal kejahatan sepertihalnya Kota Bandung yang menerapkan tombol panik. Dengan begitu aksi kejahatan dapat lebih lekas tertangani.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar