#bankindonesia#inflasi

Bertahan 15 Bulan, Suku Bunga Acuan Diprediksi Bergoyang Mulai Juni

( kata)
Bertahan 15 Bulan, Suku Bunga Acuan Diprediksi Bergoyang Mulai Juni
Gedung Bank Indonesia. Foto: AFP/Romeo Gacad


Jakarta (Lampost.co) -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, disertai dengan suku bunga deposit facility 2,75 persen dan suku bunga lending facility 4,25 persen sejak Maret 2021.


Suku bunga acuan itu tidak berubah hingga Mei 2022. Itu berarti kebijakan untuk mempertahankan suku bunga acuan itu sudah bertahan sepanjang 15 bulan atau satu tahun tiga bulan lamanya. 

Baca juga: Suku Bunga Acuan Diproyeksi Dinaikkan pada Akhir 2022

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan keputusan mempertahankan suku bunga acuan dilandasi pertimbangan untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas nilai tukar, dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tingginya tekanan eksternal terkait dengan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju dan berkembang, serta tekanan inflasi.

Meskipun konsisten untuk mempertahankan suku bunga, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, memprediksi BI akan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni mendatang. Secara total BI akan menaikkan suku bunga acuan sampai dengan 75 bps pada 2022 ini sehingga nantinya suku bunga acuan akan mencapai 4,25 persen.

"Angka tersebut dapat dikategorikan masih dalam kisaran rendah dan tetap dapat mendukung pemulihan ekonomi Indonesia," kata Piter, dikutip dari Medcom.id, Selasa, 31 Mei 2022.

Dia menyebutkan beberapa pertimbangan akan dilakukan BI sebelum menaikkan suku bunga, pertama karena The telah menaikkan suku bunga dan diperkirakan akan lebih agresif dalam menaikkan suku bunga untuk merespons lonjakan inflasi di negara itu.

Kedua, inflasi di dalam negeri meningkat cukup signifikan dan diperkirakan kenaikan inflasi akan terus berlanjut. Bahkan, tingkat inflasi berpotensi melewati target BI dan pemerintah. Pada April 2022, tingkat inflasi tercatat telah mencapai level 3,47 persen secara tahunan dan inflasi inti meningkat ke level 2,6 persen secara tahunan.

Ketiga, nilai tukar rupiah terus tertekan sejak pemerintah melarang ekspor CPO dan sempat menyentuh level terendah di kisaran Rp14.700 per USD.

 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar