#ekbis#beritalampung#ikanasin

Bermodal Rp250 Ribu, Warga Pulau Pasaran Sukses Buka Pengolahan Ikan Asin

( kata)
Bermodal Rp250 Ribu, Warga Pulau Pasaran Sukses Buka Pengolahan Ikan Asin
Sukaisi, pemilik usaha pengolahan ikan asin di Pulau Pasaran. Lampost.co/Andi

Bandar Lampung (Lampost.co): Dengan bermodalkan Rp250 ribu, sepasang suami istri yakni Sunarto, 55, dan Sukaisi, 51, mampu mendirikan usaha pengelolaan ikan asin di Pulau Pasaran, Telukbetung Barat, Bandar Lampung.

Usaha pengelola ikan asin yang dibangunnya sejak 1990 kini telah memiliki puluhan tenaga kerja yang terdiri dari 25 orang kaum ibu sebagai penyotir ikan, 10 laki-laki dan 8 orang yang bertugas di kapal membeli ikan.

Sukaisi mengatakan dari hasil usahanya tersebut ia bersama suaminya juga mampu menyekolahkan keempat anaknya. Bahkan kedua anaknya sampai mengenyam pendidikan tinggi.

"Alhamdulillah berkat kerja keras, usaha ikan asin saya dan suami bisa mencukupi kebutuhan keluarga bahkan ketiga anak saya bisa kuliah tapi yang satu nggak lanjutin kuliah lagi karena ingin usaha seperti kami," ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Rabu, 14 Januari 2020.

Tidak hanya mampu menyekolahkan anak hingga di bangku kuliah, Sukaisi juga mampu membeli tanah di dekat kediamannya dan di tempat kelahirannya di Indramayu, Jawa Barat.

"Saya sama suami juga sudah umrah dan rencana 2027 kami berdua naik haji. Karena 2015 kami sudah daftar, semoga saja kami diberikan kesehatan," kata dia.

Sukaisi menceritakan awal dirinya bersama suami mendirikan usaha ikan asin di Pulau Pasaran berawal dari mengikuti saudaranya yang terlebih dahulu memiliki usaha pengolahan ikan asin.

"Saya sebelumnya ikut kakak yang punya pengelolaan ikan asin itu tahun 80-an, sedangkan suami kerjanya merantau di Jawa," kata dia.

Selama beberapa tahun bekerja dengan saudaranya. Akhirnya, ia bertekad membuat usaha sendiri dengan bermodalkan Rp250 ribu.

"Duit Rp250 ribu itu kami dapat dari hasil jual cincin dan kalung emas. Itu tahun 1990, duit segitu tahun 90-an lumayan besar," kata dia.

Ia mengungkapkan membangun usahanya itu penuh dengan perjuangan. Bahkan dirinya harus turun langsung ke laut untuk membeli ikan dari para nelayan.

"Kalau ingat dulu perjuangan kami berdua sungguh sulit sekali, karena bukan hanya ombak saja yang hadapi. Ketika sudah dapat ikan selanjutnya diolah, itu juga saya sendiri yang olah sambil gendong anak," katanya.

Hasil kerja keras sepasang suami istri tersebut telah membuahkan hasil yang luar biasa. Bahkan kini telah memperkerjakan puluhan warga. "Ya alhamdulillah sekarang usaha kami bisa seperti ini dan bisa memberikan pekerjaan orang lain," kata dia.

Ibu lima cucu ini juga menceritakan, pengelola ikan asin di Pulau Pasaran kini sudah mencapai puluhan. Namun sebelumnya hanya ada beberapa saja yang memiliki usaha seperti itu.

"Kalau dulu yang punya usaha kaya gini hanya ada 5, tapi sekarang sudah mencapai 53 pengelola ikan asin di Pulau Pasaran," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar