#nuansa#virus-corona#wandi-barboy

Berlindung dari Corona

( kata)
Berlindung dari Corona
Ilustrasi Pixabay.com

Wandi Barboy

Wartawan Lampung Post

AKU berlindung dari virus Covid-19 yang membawa penyakit corona ke berbagai belahan dunia. Itulah harapan positif yang saya coba tanamkan kala menulis di kolom yang terbatas ini. Maka, terbayanglah segala pemberitaan positif maupun tidak, hoaks atau sekadar pergunjingan, dan lain sebagainya yang menyertai di belakang viralnya virus ini.

Virus Covid-19 ini menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Kenapa virus ini begitu viral dari ujung dunia hingga ujung nusantara? Benarkah virus ini hanya pengalihan dari perang dagang antara AS dan RRC yang ingin menguasai ekonomi dunia? Lantas, bagaimana dengan kita, Indonesia?

Makna dan hikmah apa yang bisa kita petik dari menyebarnya virus yang belum ada vaksinnya ini? Di Lampung, tanah yang saya pijak, ihwal pandemi virus jalan terus. Kini, ada empat pasien yang positif terkena virus ini. Dari yang sebelumnya satu pasien kini menjadi empat pasien yang positif terserang virus Covid-19. Apakah hal ini menjadikan suasana gamang di Lampung? Bisa ya, tapi juga bisa tidak. Yang terang, imbauan menjaga pola hidup sehat itu wajib hukumnya!

Bertolak ke medio Maret ini, Lampung Selatan, saya kira daerah pertama yang merespons kebijakan ihwal dua pekan kerja dari rumah maupun belajar dari rumah. Bandar Lampung kemudian mengikuti. Lalu, daerah lain menyusul. Artinya, semua orang khawatir terhadap serangan virus ini yang bisa menyerang secara tiba-tiba.

Bahkan, menyikapi virus ini yang kian berbahaya dari hari ke hari, kantor tempat saya bekerja telah membentuk Gugusan Tugas Tanggap Darurat Covid-19 Lampung Post. Berbahaya sekali bukan dampak virus ini bagi semua?

Pemerintah daerah hingga pusat berupaya menenangkan masyarakat sekuat-kuatnya dengan segala otoritas yang dimiliki. Tetap saja masyarakat resah dan pikirannya merana karena virus itu bukannya berkurang malah terus bertambah. Sejauh ini masih lebih banyak yang meninggal ketimbang yang pulih dari penyakit ini.

Politikus PDI Perjuangan sekaligus konseptor inovator 4.0, Budiman Sudjatmiko, dalam salah satu kicauannya di Twitter menyebutkan virus corona adalah guru yang killer dan pelit nilai.

Namun, opini menarik ihwal corona adalah dari budayawan sekaligus kartunis Prie GS yang memandang soal corona dengan cara mengasyikkan. Pada laman catatan di Facebook-nya, ia menuliskan catatan berjudul Menatap Indonesia dengan Cara Indonesia.

Ada sekian banyak permakluman yang mesti digelar menyangkut menyebarnya Covid-19 dan pelbagai kebijakan pemerintah untuk mengatasi hal ini. Pada catatan itu, ia memberi kesimpulan yang mengasyikkan, yakni mengajak untuk berdoa berjemaah bersama keluarga kala malam. Saya tuliskan kesimpulannya sepenggal: Mari bangun malam dan berdoa. Saya di rumah saya dan Anda di rumah Anda. Mari...

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar