#korupsi#disdiklamsel#beritalampung

Berkas Perkara Tiga Tersangka Korupsi Disdik Lamsel Dipisah

( kata)
Berkas Perkara Tiga Tersangka Korupsi Disdik Lamsel Dipisah
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung masih melakukan penyidikan terkait perkara tindak pidana korupsi pengadaan alat olahraga sekolah dasar pada Dinas Pendidikan Lampung Selatan tahun anggaran 2016 dengan kerugian negara Rp1,08 miliar.

Dari perkara tersebut tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni PPK yang berstatus ASN Yusmardi, Nur Muhammad selaku wakil direktur CV Mikha Kharisma, dan Zulfikar selaku pemodal.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyidikan. "Sudah berkoordinasi dengan Krimsus, memang sudah ditetapkan sebagai tersangka, pada perkara itu," ujarnya Senin (13/5/2019).

Disinggung soal proses penanganan perkara dan siapa saja yang ditahan, Zahwani Pandra belum bisa menyebutkan secara spesifik. "Sepertinya itu teknis di penyidik krimsus, kewenangan di sana, tapi memang benar perkara itu ada," katanya.

Sumber Lampung Post di Kejaksaan Tinggi menyatakan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) pada perkara tersebut sudah masuk ke Kejaksaan Tinggi Lampung sejak akhir 2018. "Sudah masuk sudah lama itu," ujar jaksa yang enggan disebutkan namanya itu.

Kemudian, dari perkara tersebut ia membenarkan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Nur Muhammad selaku penyedia jasa, Yusmardi Kabid di Disdik Lamsel selaku PPK, dan Zulfikar selaku pemodal.

Berita terkait:

Korupsi Disdik Lamsel, Polda Hanya Menahan Nur Muhammad

Berkas perkara ketiganya pun dipisah menjadi tiga berkas. "Berkasnya di split," katanya.

Disinggung soal penangkapan DPO Nur Muhammad oleh KPK, ia mengatakan hal tersebut merupakan petunjuk dari jaksa penuntut umum untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka lainnya, yakni Yusmardi dan Zulfikar. "Kalau yang dua itu, kan sudah tahap 1, tapi kita minta telitinya harus dihadirkan Nur, kalau berkas pelimpahan tahap 1 Nur Muhammad masih kita tunggu," katanya.

 

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar