#penggelapandana#BPBD#Korupsi

Kasus Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung segera Disidangkan

( kata)
Kasus Eks Bendahara BPBD Bandar Lampung segera Disidangkan
Mantan bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Krissanti, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) atas tuduhan penggelapan dana kas di perangkat daerah tersebut beberapa waktu lalu. Dok Kejari Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Berkas perkara penggelapan kas dan gaji honorer Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dengan tersangka Krissanti dinyatakan rampung.

Penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menyatakan berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap.

"Sudah P.21 1 pada awal Oktober kemarin," ujar Kasi Intel Kejari Bandar Lampung, Erik Yudhistira, Rabu, 6 Oktober 2021.

Baca: Eks Bendahara BPBD Kota Diduga Rugikan Negara Rp332 Juta

Pelimpahan tahap II berkas perkara dan tersangka dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) direncanakan pada Kamis, 7 Oktober 2021.

"Direncanakan besok," paparnya.

Selanjutnya, JPU akan menyusun rencana dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang. Dalam perkara ini, 14 orang saksi telah dimintai keterangan. Penyidik menggaet tim dari Inspektorat Kota Bandar Lampung sebagai ahli untuk penghitungan kerugian negara.

Dalam perkara ini, penyidik tidak menggunakan penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Auditnya dari Inspektorat Bandar Lampung," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Bandar Lampung telah menahan Krissanti. Penyidik Pidsus Kejari Bandar Lampung melaporkan kerugian negara dari perbuatan pelaku mencapai Rp332 Juta. Penetapan tersangka berawal dari pemeriksaan pelaku sebagai saksi berdasarkan SP-Dik Nomor: PRINTDIK-01/1.II.10/Fd.I/05/2021 tanggal 19 Mei 2021.

Tersangka telah ditahan selama 20, sejak 16 Agustus 2021, di LP Perempuan Kelas II Bandar Lampung berdasarkan Surat perintah penahanan Nomor: PRINT-4931/I.8.10/Fd.1/08/2021.

Polresta Bandar Lampung pun menghentikan penyidkan Krissanti dan melimpahkannya ke Kejari Bandar Lampung. Krissanti sempat dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung, akan tetapi penetapan tersangka lebih dulu dilakukan Kejari.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar