#diksarmaut#beritalampung#hukum

Berkas Perkara Diksar Maut Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

( kata)
Berkas Perkara Diksar Maut Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Ilustrasi. Dok Lampost.co

Pesawaran (Lampost.co) -- Kuasa Hukum dari 16 dari 17 panitia yang menjadi tersangka kasus diksar maut berharap agar penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk dibawa ke pengadilan.

"Kalau kami menginginkan berkas ini segera di bawa ke kejaksaan, mau apa lagi kan sudah dua bulan kasus ini berjalan, toh kami melayangkan surat  penangguhan penahanan juga tidak ada respon," jelas Yudi Yusnandi selaku kuasa hukum dari panitia Diksar, Rabu, 11 Desember 2019.

Pihaknya menghargai keputusan polisi,karena penangguhan penahanan kewenangan penyidik. "Kalau kewenangan untuk penangguhan penahanan atau pengalihan status penahanan itu adalah kewenangan penyidik," ungkapnya.

Menurutnya, jika berkas perkara kasus tersebut cepat diserahkan ke kejaksaan, dirinya selaku pihak kuasa hukum, akan melakukan berbagai upaya lagi untuk para kliennya.

"Paling kita cuma bisa memohon untuk percepatan agar segera bisa dilimpahkan berkasnya, dan kami juga nantinya akan mencabut kembali berkas permohonan penangguhan penahanan, karena tidak ada respon juga," pungkasnya.

Sebelumnya, isak tangis keluarga dan kerabat para panitia diksar maut yang telah ditetapkan sebagai tersangka, mengiringi konferensi pers Polres Pesawaran.

Dalam konferensi pers tersebut, terkuak bahwa 15 panitia dari 17 panitia yang telah ditetapkan sebagai tersangka melakukan penganiayaan terhadap para peserta Diksar secara terus menerus selama pelaksanaan Diksar tersebut dan mereka melakukannya secara bergantian.

Dijelaskannya, pelaksanaan diksar mulai dari 25 - 29 September, lokasi yang digunakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan, diikuti 13 peserta dan panitia sebanyak 17 orang," jelas Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

"Jadi 15 orang ini melakukan kekerasan secara bersama sama terhadap peserta, dengan cara menampar, menendang, memukul, menyeret dan sampai disabet dengan menggunakan pelepah pisang, dan kekerasan tersebut dilakukan panitia berulang ulang kali, selama berlangsungnya Diksar tersebut," tambahnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar