pilkadaperusakanAPKkejaksaanbandarlampung

Berkas Perusak APK Diteliti Jaksa

( kata)
Berkas Perusak APK Diteliti Jaksa
Ilustrasi.Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kasus perusakan alat peraga Kampanye (APK) pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Bandar Lampung.

Kasus perusakan yang sebelumnya menyeret tujuh terlapor, yaitu dari Lurah Bringin Jaya, 5 RT dan satu kepala lingkungan tersebut. Dalam pengusutannya, ditetapkan satu tersangka atas nama AE yang merupakan Ketua RT.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Candrawansah mengatakan, pihaknya bersama sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) kota Bandar Lampung melimpahkan berkas dari kepolisian ke Kejari Bandar Lampung.

"Pra penuntutan ini, akan dinilai kejaksaan terkait kelengkapan berkasnya. Kalau kurang lengkap ada waktu untuk melengkapi berkas selama tiga hari. Proses ini berjalan selama 5 hari di kejaksaan. Harapannya bisa segera disidangkan," kata Candra, Selasa, 1 Desember 2020.

Dia menilai, kelengkapan berkas kasus itu harus ada keputusan pada 4 Desember. Sehingga dapat segera dilimpahkan pula ke pengadilan. Untuk proses tersebut masih ada waktu tujuh hari.

"Untuk tersangka hanya ada satu dari tujuh terduga dalam proses penyidikan. Penetapan tersangka ini berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang di dapat penyidikan di polresta," ujarnya.

Sebelumnya, Kasus dugaan pidana pemilu perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) dengan terlapor tujuh aparatur kelurahan Beringin Jaya kecamatan Kemiling di teruskan ke Polresta Bandar Lampung karena memenuhi unsur pidana Pemilu.

Adapun APK yang dirusak pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung nomor dua, Yusuf Kohar-Tulus Purnomo. Berdasar Nomor Laporan 007/Reg/LP/PW/Kota/08.01/XI/2020 tanggal 06 November 2020.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar