Korupsimustafa

Berkas Masuk Pengadilan, Korupsi Lamteng Jilid II Segera Disidang

( kata)
Berkas Masuk Pengadilan, Korupsi Lamteng Jilid II Segera Disidang
Jaksa KPK saat melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi Mustafa. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi melimpahkan berkas perkara mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Senin, 11 Januari 2021.

Selain melimpahkan perkara, KPK juga mengajukan permohonan ke Pengadilan Tipikor untuk menyidangkan mantan bupati Lamteng itu secara online.

Jaksa KPK, Taufik Ibnugroho, mengatakan pihaknya melimpahkan berkas perkara sekitar 2.500 halaman. Selain itu dia juga mengajukan permohonan proses persidangan secara daring. 

"Terdakwa saat ini masih menjalani hukuman. Situasi dan kondisi saat ini Covid-19. Kami mohon persidangan online," kata dia.

Sementara, terkait masa tahanan Mustafa akan habis pada 16 Februari 2021 di Lapas Sukamiskin. Namun, untuk kelanjutannya, lembaga antirasuah itu masih akan melihat jalanya persidangan terlebih dahulu.  

"Kami lihat dulu jalanya persidangan, jika nanti ada kendala akan berkoordinasi dengan Pengadilan. Tapi jika memungkinkan maka Mustafa akan disidang secara online," kata dia.

Dia menguraikan, dalam persidangan yang akan digelar nantinya akan ada 181 saksi yang dimintai keterangannya termasuk unsur dari pejabat aktif dan nonaktif, legislatif pusat dan daerah, swasta, serta ASN. Saksi itu terdiri dari 180 saksi memberatkan dan satu meringankan, termasuk saksi ahli suara penyadapan.

Dalam berkas tersebut, KPK mendakwa Mustafa terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji dengan jeratan Pasal 12a, Pasal 11, dan Pasal 12B. "Tidak ada TPPU, tetapi dalam persidangan nanti terkait ini (TPPU) dan aset akan terungkap," kata Taufik.

Disinggung apakah wakil Gubernur Lampung nantinya akan di panggil menjadi saksi, Taufik mengatakan 180 saksi itu memang terdiri dari berbagai unsur.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar