#penganiayaan#penggusuran#beritalampung#satpolpp

Berkas Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Oknum Satpol PP Mandek di Jaksa

( kata)
Berkas Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Oknum Satpol PP Mandek di Jaksa
Kodri Ubaidilah selaku penasehat hukum korban penganiayaan. Foto: Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berkas penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi Pamong Peraja (Pol PP) terhadap mahasiswa saat mengawal penggusuran Pasar Griya Sukarame beberapa bulan silam hingga kini belum juga disidangkan.

Belum dilimpahkannya perkara penganiayaan itu lantaran pihak jaksa menginginkan saksi tambahan dari pelaporann. Hal tersebut dikatakan penasehat hukum korban penganiayaan, Kodri Ubaidilah. "Berkasnya sudah sampai di Kejaksaan Negeri Bandar Bandar Lampung, sudah dilimpahkan ke penyidik Polda, tapi pihak Jaksa menginginkan saksi tambahan dari pedagang yang digusur. Sementara pedagang ini kan enggak melihat ada penganiayaan soal perkara ini," kata dia, Selasa, 17 September 2019.

Soal waktu dan tempat penggusuran Pasar Griya Sukarame, kata Kodri, semua media ketika itu meliput dan jejak digital pemberitaannya pun masih ada, tidak ada yang bisa ditutupi bahwa ketika itu memang ada kisruh saat penggusuran. Sementara pedagang tidak mengetahui jika ada dugaan pemukulan dalam perkara ini. Atas hal itu tidak mungkin mereka dijadikan saksi yang tidak melihat kejadian pemukulan tersebut.

Kodri berharap penegak hukum yang menangani perkara ini segera melimpahkan berkas ke pengadilan untuk disidangkan. "Harapannya biar kasus ini segera disidangkan karena sudah terlalu lama. Menurut kami belum ada titik terang. Saksi yang melihat kejadian sudah ada dua orang jadi menurut kami sudah cukup," katanya.

Sebelumnya Polda Lampung menentapkan satu orang tersangka berinisial EFZ berstatus Polisi Pamong Peraja (Pol PP) Kota Bandar Lampung pada 23 April 2019 lalu. Penetapan tersangka oleh pihak kepolisian terhadap Pol PP itu dengan pasal penganiayaan terhadap korban Kristina Tia Ayu.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar