#korupsi#kpk

Berkas Dugaan Korupsi Kepala Pekon Waykunyir di Pringsewu Dilimpahkan ke Jaksa

( kata)
Berkas Dugaan Korupsi Kepala Pekon Waykunyir di Pringsewu Dilimpahkan ke Jaksa
Tersangka korupsi dana desa Pekon Waykunyir saat dilimpahkan ke kejaksaan negeri Pringsewu, Senin, 10 Januari 2022. Dok Polres Pringsewu


Pringsewu (Lampost.co) -- Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Pringsewu melimpahkan berkas perkara tersangka dan barang bukti kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APB) Waykunyir, kecamatan Pagelaran Utara, ke Kejaksaan Negeri Pringsewu, Senin, 10 Januari 2022. 

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, menjelaskan, pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan setelah jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Pringsewu menyatakan berkas perkara tersangka Suparman (44) yang merupakan Kepala Pekon Waykunyir sudah lengkap atau P-21.

"Ya, benar, tadi siang kami telah melimpahkan bekas berikut tersangka dan barang bukti ke kejaksaan negeri Pringsewu," ujar kasat reskrim di ruang kerja.

Feabo menjelaskan sebelumnya kepala pekon Waykunyir telah ditahan di rutan Polres Pringsewu sejak 23 Desember 2021 atas dugaan korupsi anggaran pendapatan dan belanja Pekon (APB) Waykunyir tahun 2019 dengan kerugian negara sebesar Rp280.951.178.

Baca juga: Kepala Daerah di Lampung Diwanti-wanti Hindari OTT KPK karena Jual Beli Jabatan

Menurutnya, penetapan besaran nilai kerugian negara, berdasarkan audit dari Inspektorat Kabupaten Pringsewu. 
"Jadi, yang menetapkan kerugian negara adalah tim inspektorat bukan kepolisian," katanya.

Kasat menjelaskan dari hasil pemeriksaan selama di polres, uang dari hasil korupsi diakui untuk keperluan pribadi. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Adapun ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar