#nuansa#setitikair#ilmu

Berkah Ilmu

( kata)
Berkah Ilmu
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Image

DALAM beberapa hari terakhir, saya mendapatkan satu pelajaran berharga dari pengalaman-pengalaman yang saya alami. Kejadian-kejadian itu melahirkan sehelai benang merah yang menyimpul pada sebuah konklusi.

Bermula ketika saya berkunjung ke Lampung Selatan. Tak sengaja, ketika ingin mencari tempat untuk santap siang, saya bertemu dengan teman seorang kepala biro Lampung Post di sana. Ngalor-ngidul bercengkerama di tempat makan, akhirnya obrolan kami menyangkut pada performa reporternya yang produktif mengirim berita.

Usut punya usut, ternyata Sang Kabiro, Bang Herwan namanya, turun langsung intensif menggembleng anak buahnya untuk membuat berita. “Semua kemampuan dan pengalaman yang saya punya saya bagikan kepada anak-anak,” ujarnya.

Selang beberapa hari, saya ditugaskan untuk meliput salah satu pengusaha gerabah di Natar, Lampung Selatan. Saat wawancara, kami pun ngobrol sambil melihat puluhan karyawannya yang tengah membuat gerabah.

Satu statement-nya membuat saya berdecak kagum. Kang Hendi, pemilik galeri itu, bilang bahwa dia kerap diundang untuk memberikan pelatihan kepada pengusaha sejenis untuk mengembangkan usaha mereka.

Dengan senang hati Kang Hendi menyanggupinya. Bahkan, dia sampai membawa alat dari pabriknya untuk mempraktikkan cara mengolah tanah liat itu menjadi barang yang punya nilai guna yang lebih.

Dua pengalaman ini menyimpulkan sebuah pesan yang cukup memberi pelajaran bagi saya. Semua tentang keikhlasan, yakni kerelaan membagi ilmu bermanfaat tanpa takut tersaingi. Kebanyakan, kita merasa takut untuk menumpahkan isi kepala kita kepada orang lain dengan berbagai pertimbangan.

Padahal, sudah banyak bukti yang menerangkan bahwa ilmu yang kita sebar sejatinya akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lebih berupa-rupa, bisa berupa rezeki, ilmu yang lebih banyak, silaturahmi, dan yang pasti amal jariah.

Seorang jurnalis yang royal membagi ilmunya kepada junior justru mampu mendongkrak produktivitas berita dan melahirkan prestasi. Perajin gerabah yang jor-joran mentransfer pengalaman tanpa khawatir tersaingi pengusaha lain juga malah melesat mampu mengirim produk sampai Eropa.

Sampai akhirnya, saya pun berintrospeksi. Ilmu apa yang saya punya dan belum dibagikan kepada orang lain?

Dering notifikasi WhatsApp berbunyi. Pesan dari salah satu guru besar Unila, Profesor Sujarwo, masuk. Isinya, dia mengonfirmasi bahwa ide-idenya yang dikemas dalam tulisan sudah rampung digarap.

Selama saya mengelola rubrik opini, sosok guru yang mengayomi ini memang luar biasa produktif. Ilmu-ilmu yang terangkum dalam ratusan tulisan opininya begitu memberi pencerahan.

Terselip doa untuk semua yang terus berupaya meninggikan derajat saudaranya lewat ilmunya. Semoga keberkahan selalu menaungi mereka. Amin...

Chairil Anwar/Wartawan Lampung Post

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar