#rebutanwarisan#beritalampung#pengadilan

Berebut Warisan, Gugatan Agus Sani CS Ditolak Pengadilan

( kata)
Berebut Warisan, Gugatan Agus Sani CS Ditolak Pengadilan
Lampost.co/Ahmad Amri

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gugatan perbuatan melawan hukum dan penggantian kerugian yang diajukan oleh Agus Sani CS tidak terima di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A,Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin 21 Oktober 2019.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Syamsudin saat membacakan kesimpulan putusan terkait perkara gugatan praperadilan yang diajukan oleh Agus Sani dan Listiyah kepada Polresta Bandar Lampung atas penetapan penggugat sebagai tersangka dalam perkara pidana membuat surat palsu, dalam perkara Praperadilan No. 3/Pid.Pra/2019/pn.Tk. tertanggal 2 Oktober 2019. 

"Tidak punya legal standing, maka gugatan ini tidak diterima," kata Ketua Majelis Hakim Syamsudin.

Dalam gugatan para penggugat yakni Agus Sani CS mengajukan gugatan terhadap Sutoyo CS, terkait perbuatan melawan hukum dan pengantian kerugian. Sementara itu, Agus Sujatmoko selaku kuasa hukum Agus Sani CS, mengatakan bahwa dia akan melakukan konsultasi dengan kliennya terkait putusan kesimpulan gugatan dari kliennya yang tidak diterima oleh Pengadilan.

"Dalam putusan tadi dinyatakan tidak punya legal standing. Langkah, kedepan akan diskusi dengan dengan klien karena putusan baru hari ini," ujarnya.

Dalam gugatan, para penggugat yakni Agus Sani CS menggugat Sutoyo CS, gugatan yang diajukan oleh para penggugat bahwa para penggugat adalah pihak yang sangat dirugikan hak dan kepentingannya, dikarenakan tergugat secara melawan hukum telah menguasai sebagian harta warisan peninggalan Lukman Sani, suami penggugat I dan ayah dari penggugat II, penggugat III dan penggugat IV, sehingga penguasaan harta warisan oleh tergugat I menimbulkan permasalahan serius terkait pembagian warisan, bahwa terkait dengan harta warisan dari Lukman Sani, para penggugat memiliki alasan atau memiliki kepentingan dalam menerima hak waris tersebut (dari Lukman Sani).

Jika berdasarkan Pasal 852 ayat (1) KUHPerdata, anak-anak atau keturunan-keturunan, sekalipun dilahirkan dan berbagai perkawinan, mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka, kakek, dan nenek mereka, atau keluarga-keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, tanpa membedakan jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu,” jelasnya.

Kemudian pada Pasal 852 ayat (2) KUHPerdata, mereka (anak-anak) mewarisi bagian-bagian yang sama besarnya kepala demi kepala, bila dengan yang meninggal mereka semua bertalian keluarga dalam derajat pertama dan masing-masing berhak karena dirinya sendiri, mereka mewarisi pancang demi pancang, bila mereka semua atas sebagian mewarisi sebagai pengganti,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, lanjut dia, para penggugat merupakan ahli waris yang sah untuk dan dalam mewarisi harta yang ditinggalkan Lukman Sani, dikarenakan para penggugat merupakan golongan I (pertama) dalam golongan yang berhak mewarisi harta warisan. 

Ahmad Amri/Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar