Lebahmadukotabumi

Berburu Emas Cair di Desa Sumber Arum Kotabumi

( kata)
Berburu <i>Emas Cair</i> di Desa Sumber Arum Kotabumi
Peserta pelatihan tampak mencari ratu lebah yang bersembunyi di sela-sela batu maupun kayu. Lampost.co/Yudhi

KOTABUMI (Lampost.co) -- Khasiat madu telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu untuk kesehatan. Tak mengherankan jika cairan kental yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga itu kerap dikenal dengan sebutan emas cair.

"Cari ratunya, mungkin sembunyi di sela-sela batu maupun kayu. Cirinya badannya panjang, hitam, perutnya gendut, bulunya agak pendek dan sayapnya tidak menutupi perut," kata Suyanto, peternak lebah warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, memberikan instruksi pada rekannya, saat pelatihan pemindahan koloni lebah liar, di desa setempat, Sabtu, 21 Desember 2019.

Mendengar itu, spontan beberapa peserta pelatihan semakin teliti mengamati satu persatu rombongan lebah madu liar jenis apis cerana yang meninggalkan sarang setelah sarang koloni utamanya di tumpukan batu dan kayu dibongkar peserta.

"Bila ratu lebah ditemukan dan dipindahkan di kotak kayu yang telah disiapkan sebelumnya sebagai tempat budidaya,  maka koloninya akan mengikuti, dan inilah modal kita mulai beternak lebah di lahan pekarangan rumah," ujarnya.

Di lokasi, instruktur pusat Apriari Pramuka bidang perlebahan, Sudharto, menuturkan peserta pelatihan, saat ini sedang belajar berburu harta karun emas cair. Ia meyakini bila mau tekun dan memahami tentang kehidupan lebah, mereka pasti akan kaya.

"Sudah banyak yang sukses dari budidaya lebah sampai mereka ada yang terbeli tanah dan rumah asal tekun serta tidak takut pada sengatan lebah untuk mendapatkan madu yang saya sebut emas cair. Kalau mau cari harta karun dalam bentuk emas batangan ya di goa mas bukan di pinggir desa," kata dia sambil tertawa.

Harga satu gram emas di Desember 2019 berkisar Rp700 ribu. Seorang peternak lebah yang memiliki 15 koloni lebah rata-rata mendapatkan hasil madu sekitar 10 kg setiap bulannya dengan harga jual perkilo madu dibeli pedagang Rp150 ribu. Berarti sebulan, peternak lebah setara mendapatkan dua gram emas dan masih ada sisa uang Rp100 ribu.

"Di Desa Sumber Arum ini telah ada, delapan peternak lebah madu dan terhitung sekitar 80 koloni sampai 90 koloni lebah yang telah dikembangkan peternak walaupun hasilnya belum optimal. Diperkirakan ada sekitar ratusan koloni lebah liar yang hidup di seputar wilayah desa dan itu adalah potensi yang membutuhkan sentuhan untuk diberdayakan," kata dia.

Menurutnya di Lampung, baru Desa Sumber Arum yang mengalokasikan dana desa (DD) untuk pengembangan ternak lebah madu dengan pertimbangan kesediaan potensi alam di wilayah dan desa ini di 2021 diharapkan akan menjadi desa lebah yang pertama di Lampung.

"Dengan beternak lebah, kita akan terdorong untuk melestarikan lingkungan dan konservasi alam," tuturnya kembali.

Winarko



Berita Terkait



Komentar