covid-19lampung

Berbagai Upaya Pemkab Tubaba Halau Covid-19 

( kata)
Berbagai Upaya Pemkab Tubaba Halau Covid-19 
Rapat tim gugus tugas Covid 19 di ruang rapat Bupati Tubaba, Senin 26 Oktober 2020.


Panaragan (Lampost.co) -- Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ditetapkan sebagai daerah zona orange sejak tanggal 18 Oktober 2020. Penegasan ini disampaikan melalui rapat tim gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kabupaten Tubaba, dihadiri oleh wakil Bupati Tubaba, Fauzi Hasan, Dandim Lampung Utara sebagai ketua satu dan Kapolres Tubaba sebagai ketua dua gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Tubaba.

Dalam rapat tersebut membahas langkah langkah strategis yang akan dilakukan untuk keluar dari zona orange atau daerah dengan resiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali.

Usai rapat yang diikuti oleh seluruh OPD terkait, jurubicara, gugus tugas penanganan covid 19 setempat, Eri budi santoso, memberikan keterangan kepada wartawan, bahwa penetapatan kabupaten Tubaba berubah dari fase kuning ke orange, akibat terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif terpapar covid 19 dengan total mencapai 29 orang.

" Total kita ada 29 positif Covid 19, dengan rincian 14 pasien sembuh, 14 sedang dirawat dan satu meninggal, tersebar di kecamatan Tulang bawang tengah ada 11 orang, dua di kecamatan Tulang bawang Udik, dan satu di Tumijajar, saat ini ke 14 pasien yang 9 orang berada di Tulang Bawang Barat, dua orang di Lampung timur dan satu pasien di rawat di rumah sakit Yukum Lampung tengah," kata Eri Budisantoso, usai rapat gugus tugas, Senin 26 Oktober 2020.

Menyikapi hal tersebut, rapat tim gugus tugas menyepakati beberapa langkah yang akan diambil guna menekan angka penyebaran yang saat ini belum terkendali, adapun keputusan rapat tersebut, di jelaskan Eri Budisantoso, sebagai berikut.   

Terhadap klaster yang muncul di dinas kesehatan, maka kantor dinas kesehatan di tutup, untuk sementara tindakan pelayanan dilakukan di gudang obat Panaragan, demikian juga puskesmas Marga kencana dialihkan pelayananya ke Puskesmas induk Kartaraharja.
Disektor pendidikan, memerintahkan dinas pendidikan untuk memberhentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka dari tingkat Paud, SD dan SMP dengan memberlakukan belajar daring hingga berubah status orange ke kekuning. 

" Pemeberhentian tatap muka ini sesuai dengan SK Menpan, namun untuk sementara masih diputuskan berlaku di tiga kecamatan, untuk perluasan masih menunggu penetapan rapat berikutnya," terang Kadis kominfo ini.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya klaster perkantoran khusunya Pemda, akan dilakukan penyemprotan secara berkala, serta diberlakuakan pengurangan orang disetiap perkantoran dari 50 sampai 70 persen di OPD masing masing.

Tim gugus tugas akan meneruskan operasi yustisi yang sudah berjalan dengan lebih ketat lagi dalam menertibkan setiap potensi kerumunan seperti perkawinan, kegiatan keagamaan dan lain sebagainya. 
" Perlu kami sampaiakn bahwa saat ini pendatang mauapun bukan saat ini sudah sama sama menjadi perhatian kita semua, karena sudah terjadi transmisi lokal di daerah kita, sehingga sama potensi saspeknya," ujarnya. 
Namun demikian, pihak gugus tugas berharap kepada masyarakat Tubaba untuk tidak panik, bahkan mendorong kepada gugus tugas disetiap tingkatan untuk melakukan pendampingan kepada keluarga yang sudah terkonformasi positif covid 19.

" Perlakukan terhadap pasien paska terkonfirmasi positif tidak langsung dengan menjauhi, karena ini bukan aib, ini wabah yang semua orang berpotensi bisa terkena, sehingga yang dilakukan adalah dengan pendampingan dan bantuan," kata Eri.

Dalam hal bantuan, pemerintah daerah setempat akan memberikan kepada keluarga pasien yang menjalani isolasi bantuan sembako dari dinas sosial. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar