ingatpesanibujagajarakmencucitanganmemakaimasker

Berapa Lama Waktu Mencuci Tangan yang Efektif?

( kata)
Berapa Lama Waktu Mencuci Tangan yang Efektif?
Cuci tangan pakai sabun. Dok./Pixabay


Jakarta (Lampost.co) -- Mencuci tangan mungkin terlihat cukup mudah, tetapi kenyataannya menurut studi dari Michigan State University hanya lima persen orang yang mencuci tangan dengan waktu yang cukup untuk membunuh kuman dan bakteri. 

Kebanyakan karena merasa kurang bersabar saat mencuci tangan. Padahal mencuci tangan sudah terbukti menjadi salah satu cara yang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. 

Ahli penyakit menular Michael Joshua Hendrix dari Washington University School of Medicine, menjelaskan, ”Meskipun tidak ada waktu yang pasti, tetapi mencuci tangan setidaknya 20 detik telah terbukti menghilangkan lebih banyak mikroba daripada mencuci untuk periode yang lebih singkat,” katanya. 

Meskipun demikian, jika kamu mencuci tangan tidak tepat 20 detik, misalnya hanya 15 detik, itu bukan masalah besar. "Setiap kamu melakukan pencucian tangan tetap akan memberikan perlindungan lebih daripada tidak sama sekali," ujarnya.

Tetapi cobalah untuk tetap pada durasi waktu 20 detik. 

Beberapa hal yang mungkin diperhatikan juga adalah apakah sebaiknya mencuci tangan dengan air hangat atau air dingin. “Suhu air tidak terlalu menjadi masalah dan tampaknya tidak memengaruhi jumlah mikroba yang hilang,” katanya. 

Dengan kata lain, kamu tidak perlu menggunakan air mendidih untuk menghilangkan bakteri dan kuman di tangan. Menggunakan air yang mengalir adalah pilihan terbaik. 

"Tangan dapat terkontaminasi ulang oleh bakteri jika mencuci tangan di baskom berisi genangan air yang telah terkontaminasi melalui penggunaan sebelumnya," ujarnya. 

Hal lain yang perlu diingat adalah jangan hanya fokus pada telapak tangan, sebaiknya juga pastikan untuk menyabuni dan menggosok punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku.

“Semakin teliti kamu saat mencuci tangan, maka semakin baik,” ujar ahli penyakit menular Amesh Adalja dari Johns Hopkins University Center for Health Security. 

Dr Hendrix juga menambahkan, “Sabun biasa bekerja dengan cara langsung menghilangkan kuman saat kamu mencuci tangan, sedangkan sabun antibakteri mengandung bahan yang menargetkan dan membunuh bakteri, tetapi belum ada data yang menunjukkan satu jenis sabun lebih baik daripada jenis yang lain.”  

"Karena ada banyak bakteri di kulit dan beberapa dari mereka mungkin tidak mendapatkan dosis penuh sabun antibakteri itu dan mereka dapat mengembangkan resistensi, bisa gunakan sabun biasa saja,” kata Dr Adalja. 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.

Medcom







Berita Terkait



Komentar