Radikalismeterorisme

Berantas Modus Kotak Amal Pendana Gerakan Radikalisme

( kata)
Berantas Modus Kotak Amal Pendana Gerakan Radikalisme
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masyarakat tengah khawatir dengan adanya gerakan-gerakan terorisme dan radikalisme yang akhir-akhir ini terjadi. Apalagi adanya modus kotak amal yang tersebar ditempat-tempat strategis untuk pendanaan gerakan yang mengancam kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mabes Polri menyebutkan ada sekitar 13.000 kotak amal yang tersebar di minimarket seluruh Indonesia, diduga terkait pendanaan jaringan radikal atau terorisme dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Di Lampung sendiri, ada sekitar 4.000 kotak amal. 

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada modus lain dibalik penyebaran kotak amal tersebut. Terlebih bukan saja dimanfaatkan jaringan teroris tapi juga untuk kepentingan peribadi dengan mengatasnamakan yayasan atau rumah-rumah ibadah.

"Saya kira Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui organisasi perangkat daerah terkait harus segera melalukan identifikasi dan memutus mata rantainya," katanya, Selasa, 15 Desember 2020.

Masyarakat juga bimbang bila ingin menyalurkan infak dan sedekah pada kotak-kotak amal. Untuk itu, Dinas Sosial, Kesabangpol, Dinas Perdagangan dan Industri tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota harus bekerja sama dengan penegak hukum untuk melakukan identifikasi dan penertiban. Masyarakat juga diminta untuk bijaksana bila ingin menyalukan zakat, infak dan sodakoh melalui lembaga resmi.

"Kotak amal kan biasanya diletakkan di rumah makan, restoran, cafe, minimarket, dan sebagainya. Maka lakukan penertiban," kata Politisi Partai Demokrat ini. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar