#myanmar#Kudeta

Bentrok Polisi Myanmar dan Demonstran, Dua Orang Tewas

( kata)
Bentrok Polisi Myanmar dan Demonstran, Dua Orang Tewas
Petugas mengevakuasi salah satu korban penembakan yang dilakukan polisi terhadap demonstran di Mandalay, Myanmar pada Sabtu, 20 Februari 2021. (AFP)


Mandalay (Lampost.co) -- Kepolisian Myanmar melepaskan tembakan ke arah kerumunan pengunjuk rasa di kota Mandalay pada Sabtu, 20 Februari 2021. Penembakan menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya.

 

Penembakan terjadi saat otoritas setempat berusaha meminta sekelompok pekerja untuk kembali beraktivitas di pelabuhan lokal. Para pekerja pelabuhan itu merupakan bagian dari ribuan warga yang meninggalkan pekerjaan mereka untuk menentang kudeta militer di Myanmar.

 

Lebih dari 1.000 demonstran berkumpul di area galangan kapal di Mandalay untuk memblokade polisi pada Sabtu petang. Ketegangan antar kedua kubu pun tak terhindarkan.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, dilansir dari laman New York Times, polisi menggunakan meriam air, peluru karet, gas air mata, dan juga peluru tajam untuk mencoba membubarkan massa.

Beberapa relawan medis melaporkan bahwa bentrokan antar demonstran dan polisi melukai setidaknya 40 orang.

Insiden penembakan di Mandalay terjadi satu hari usai tewasnya seorang demonstran, yakni perempuan berusia 20 tahun yang terkena tembakan di bagian kepala. Perempuan itu jatuh koma usai terkena peluru tajam di Naypyidaw pada 9 Februari lalu.

Sempat dirawat dengan alat penyokong kehidupan, Mya Thwate Thwate Khaing dinyatakan meninggal dunia pada Jumat kemarin. Ia diyakini sebagai korban tewas pertama dalam demo menentang kudeta.

Kudeta militer di Myanmar terjadi pada 1 Februari lalu, yang diawali dengan penahanan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.

Ko Kyaw Lin, seorang relawan medis, mengaku telah menolong beberapa korban luka di Mandalay. Namun ia mengaku tidak dapat menolong beberapa pengunjuk rasa karena adanya seorang penembak jitu yang menembaki kerumunan pedemo.

"Saat kami mengevakuasi pasien di jalanan, mereka ditembaki seorang penembak jitu," ujar Ko Kyaw Lin. "Mereka menembaki semua orang, tak peduli siapapun itu," lanjutnya.

Sebuah video yang diambil dari lokasi kejadian memperlihatkan seorang pria tergeletak berlumuran darah. Ia terlihat sudah tak bernyata, dengan kondisi luka tembak di bagian kepala.

Winarko







Berita Terkait



Komentar