korupsidinkes

Bendahara Dinkes Lampura Bakar Barang Bukti Kasus Korupsi

( kata)
Bendahara Dinkes Lampura Bakar Barang Bukti Kasus Korupsi
Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang lanjutan perkara korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kabupaten Lampung Utara, dengan terdakwa Kepala Dinas Kesehatan dr Maya Metissa kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang, Senin 28 September 2020.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan beberapa saksi salah satunya bendahara di Dinas Kesehatan setempat atas nama Novrida Nunyai. Dalam keteranganya dipersidangan, Novrida Nunyai membenarkan barang bukti berupa catatan potongan dana BOK termasuk yang disimpan di dalam komputer telah dia hapus dan dibakar atas perintah terdakwa.

"Yang menghapuskan saya saja, saya mengikut perintah," kata saksi Novrida Nunyai dalam keterangan Dipersidangan.

Saksi juga mengatakan, bahwa barang bukti berupa catatan dia musnahkan dengan cara dibakar di kantor Dinas Kesehatan Lampura, sementara yang tersimpan didalam komputer (Excel) dia hapus.

" Saya disuruh, besoknya langsung saya bawa, saya bakar di kantor. Kalau yang di komputer saya hapus," katanya.

Saksi Novrida Nunyai membatah jika uang 10% yang dia potong dari masing-masing puskesmas dibagi-bagi, menurut saksi uang tersebut utuh diberikan kepada Kepala Dinas dr Maya Metissa.

Keterangan saksi dibantah langsung oleh terdakwa (Maya Metissa). Menurut Maya, uang 10% tersebut dibagi-bagi ,4% untuk dia, 4% untuk kabid bendahara dan 2% untuk pengelola BOK Kabupaten Kota.

Majelis Hakim Siti Insirah menanyakan kepada saksi apakah benar seperti yang disampaikan terdakwa. Namun saksi menjawab tidak. Saksi dan terdakwa dalam persidangan tetap pada keterangan masing-masing.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar