#freezemob#rektor#beritalampung

BEM Gelar Freeze Mob "Jangan Beli Rektor dalam Karung"  

( kata)
BEM Gelar Freeze Mob
dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) --  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila, seakan-akan tak pernah kehabisan bahan bakar dan ide untuk mengkritik dan mengawal pemilihan rektor, guna mencegah adanya politik transaksional, dan jual beli suara Kemenristek Dikti, dan Senat Unila.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung, menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, pada Kamis, 5 September 2019.

Meraka bertemu dengan Budi Santoso selaku Fungsional Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi.

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mengawal proses pemilihan rektor unila agar terbebas dari jual beli suara.

Tema nya pun tetap sama, 3000 mahasiswa Kawal Pemilihan Rektor Unila, dan jangan pilih rektor dalam karung, serta Pilrek  tanpa jual beli suara.

Rencananya, Mahasiswa Unila bakal melakukan Freeze Mob , Senin, 9 September 2019.

"Kami bakal kumpul di belakang gedung rektorat, sorenya diskusi terbuka dengan mahasiswa," ujar ujar Presiden BEM Unila Unila Fajar Agung Pangestu, Minggu 8 September 2019.


Kemudian, pada Selasa 9 September 2019 ternyata BEM Unila telah mengagendakan dialog terbuka dengan para calon, yakni Karomani, Bujang Rahman, dan K. Kamal di graha kemaha lantai II.

"Sampai saat ini, semua calon dikonfirmasi, bakal hadir," katanya.

Asrul Septian Malik







Berita Terkait



Komentar