#korupsi#kpk

Belum Ada Tersangka Korupsi KONI Lampung Meski Dua Bulan Naik Penyidikan

( kata)
Belum Ada Tersangka Korupsi KONI Lampung Meski Dua Bulan Naik Penyidikan
Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, saat diwawancarai di kantor kejati Lampung, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Asrul Septian Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Sudah lebih dari dua bulan, kejaksaan tinggi (Kejati) Lampung belum mengumumkan pekara dugaan korupsi KONI Lampung tahun anggaran 2020, dengan nilai angggaran Rp29 miliar, naik ke tahap penyidikan umum.

Namun, hingga kini, Kejati Lampung belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka, sejak dimumkan ke tahap penyidikan 12 Januari 2022. Kejati Lampung masih terus memeriksa sejumlah saksi, dari unsur cabang olahraga (cabor), pengurus KONI Lampung, hingga pihak ketiga.

Puluhan saksi pun telah diperiksa. Teranyar, Kejati Lampung memeriksa dua saksi pada 29 Maret 2022. Yakni IR, Ketua Cabang Olahraga Angkat Besi Lampuung, dan RM Anggota Diklat Pengurus KONI Provinsi Lampung. Sehari sebelumnya,pada 28 Maret 2022, satu saksi diperiksa yakni CK, dari pihak Binpres KONI Lampung.

"Masih pemerikaaan saksi. Hari ini dua, penyidik masih terus memeriksa saksi, guna mencari fakta hukum, dan pendalaman terkait program kerja KONI dan pengajuan dana hibah tidak disusun berdasarkan usulan kebutuhan KONI dan cabang olahraga, sehingga penggunaan dana hibah KONI diduga terjadi penyimpangan," ujar Kasipenkum Kejati Lampung Made, melalui telepon, Selasa, 29 Maret 2022.

Selain memeriksa para saksi, Kejati Lampung juga tengah melakukan penghitungan kerugian secara internal. Nantinya, jika sudah membuahkan hasil akan dikombinasikan dengan audit kerugian negara dari lembaga resmi.

"Penghitungan internal masih proses, perhitungan kerugian via BPKP Lampung atau BPK RI, masih direncanakan," katanya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar