#kepaksianpernong#kerajaanadat#beritalambar

Belasan Tokoh Adat Sekala Bkhak Geruduk Mapolres Lambar

( kata)
Belasan Tokoh Adat Sekala Bkhak Geruduk Mapolres Lambar
Belasan tokoh adat Sekala Bekhak sambangi Mapolres Lambar. Lampost.co/Aripsah


LIWA (Lampost.co) -- Belasan tokoh adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong, menyambangi Mapolres) setempat, Jumat (20/12/2018) sekitar pukil 20.45 WIB.

Kedatangan sejumlah tokoh adat yang di pimpin oleh ketua dewan adat, dan dikawal para hulubalang dan pendekar kerajaan untuk melaporkan statemen salah seorang anggota group WhatsApp "SEKALA BEKHAK LINK" atas nama Paksu Tamzil yang dianggap telah menyerang pribadi Pangeran Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong, Saibatin Puniakan Dalom Beliau ( SPBD ) Edward Syah Pernong.

Status yang dianggap menyerang pribadi Pangeran Edward Syah Pernong tersebut berawal dari unggahan admin group bermama Rahmad Syafeei yang mengunggah foto Pangeran Edward Syah Pernong bersama Saibatin Kepaksian Belunguh, Pangeran Junjungan Sakti sedang duduk berdua. Dalam unggahan tersebut Pangerah Edward Syah Pernong mengenakan baju putih, sementara Pangeran Junjungan Sakti mengenakan kemeja lengan panjang.

Dari unggahan tersebut, akun atas nama Paksu Tamzil mengomentari unggahan tersebut dengan menuliskan kata-kata berbahasa Lampung  "nyak menyuoh lawan sai kawai handakno semapu dikhakhikana ngucako, pernong sai tuha".

Yang artinya dalam saya benci sama yang baju putih, banyak ulah ngerasa mengatakan pernong yang tua."Yang di maksud kawai handakno (baju putih) itu adalah Pangeran Edward Syah Pernong.

Ketua Dewan Adat, Indra gunawan gelar Raja Pandawa di dampingi beberapa tokoh adat, hulubalang, pendekar kerajaan yang di temui Kasatreskrim Faria Arista meminta pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat adat terkait status Paksu Tamzil tersebut karena dinilai telah menyerang pribadi junjungan Kerajaan Adat Sekala Bekhak khususnya Kepaksian Pernong.

"Ini menyangkut nama baik junjungan kami, dan ini menghina seluruh masyarakat Lampung khususnya Kepaksian Pernong. Kewajiban kami untuk menjaga nama baik dan kehormatan junjungan kami. Apabila tidak segera diti daklanjuti kami khawatir masyarakat mengambil langkah pribadi," kata Raja Pandawa.

Aripsah







Berita Terkait



Komentar