#kekerasan#beritalampung#kekerasanguru

Belasan Murid SMK Negeri 1 Bandar Lampung Diduga Alami Kekerasan

( kata)
Belasan Murid SMK Negeri 1 Bandar Lampung Diduga Alami Kekerasan
Siswa-siswi SMK Negeri 1 Bandar Lampung mengalami kekerasan dilingkungan sekolahnya yang dilakukan oleh oknum Guru Fisika disekolah tersebut atas nama Puji Supriyatin. Lampost/Triyadi Isworo

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Belasan siswa-siswi SMK Negeri 1 Bandar Lampung mengalami kekerasan di lingkungan sekolahnya yang dilakukan oleh oknum Guru Fisika disekolah tersebut atas nama Puji Supriyatin. Para siswa-siswi yang menjadi korban tersebut angkat bicara menceritakan apa yang dialami oleh dirinya.

Siswa SMK Negeri 1 Bandar Lampung Kelas XI, Ahmad Sodikin menceritakan sebelum pembagian raport kemarin ketika dirinya ingin memperbaiki nilai dan melaksanakan remedial mata pelajaran fisika. "Dada saya ditinju oleh Bu Puji. Itu ketika didepan kelas," katanya saat di temui di sekolahnya, Senin (29/7/2019).

Siswi SMK Negeri 1 Bandar Lampung Kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan 2, Hesti Vidia Ningsih mengatakan dirinya pernah ditarik-tarik tanganya dan jilbabnya juga ditarik oleh Puji Supriyatin. Ia juga tidak pernah menyangka bahwa Puji Supriyatin tega melakukan hal sepeti itu kepada siswa-siswinya. "Aku disuruh diem oleh Bu Puji. Kerudung dan tangan saya ditarik-tarik, sakit," katanya sambil menangis.

Siswa SMK Negeri 1 Bandar Lampung Jurusan Teknik Komputer Jaringan Kelas XI, Donny Kesuma menceritakan beberapa waktu lalu mata kanannya ditinju oleh guru tersebut. Kemudian ia merasa bingung kenapa dirinya diperlakukan seperti itu. Sampai saat ini dibawah matanya masih terlihat memar.

"Ibu Puji Supriyatin sempat datang saya ke saya. Bukannya minta maaf, malah ceritain keadaan sekolah yang enggak bener," katanya.

Siswa lainnya yang juga menjadi korban, Adryyansyah siwa Kelas XI Teknik Komputer Jaringan 1 menceritakan tahun lalu, dirinya juga dipukul oleh guru tersebut berkali-kali ketika dirinya sedang bermain bola dan tidak sengaja bola tersebut terkena kotak sampah. Kemudian dirinya dimarahi oleh Puji Supriyatin. "Bola saya diambil oleh Ibu Puji terus bolanya dipecahin pake pulpen. Kemudian bolanya dilempar kesaya trus kepala saya dipukul berkali-kali," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Bandar Lampung, Moh Edy Harjito mengatakan bahwa guru tersebut sudah dipindahkan ke sekolah lain. Saat ini Puji Supriyatin bukan lagi menjadi bagian dari sekolahnya. Saat ini proses hukum sedang berjalan dan pihaknya disekolah menjaga kondisi psikologis siswa-siswinya. Kemudian melindungi peserta didik secara moral dan kejiwaan agar tetap semangat belajar. "Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar tidak boleh melakukan kekerasan fisik. Tugas guru harus membimbing," katanya.

Puji Supriyatin tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. oleh orang tua siswa dengan nomor laporan LP/B/2272/VI/2019/LPG/ Resta Balam tertanggal 24 Juni 2019. Kejadian tersebut berlangsung pada 17 Juni. 

Triyadi Isworo

Berita Terkait

Komentar