gajahlambar

Belasan Gajah Liar Rusak Bangunan Warga

( kata)
Belasan Gajah Liar Rusak Bangunan Warga
dok Lampost.co


LIWA (Lampost.co) -- Belasan gajah liar telah merusak puluhan bangunan berupa gubuk dan rumah warga di Pemangku Talang Gajah dan Talang Batukapal, Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat.

Kejadian itu berlangsung sejak 2 November lalu hingga saat ini dengan total rumah dan gubuk yang telah rusak  mencapai 50 unit. Dari 50 unit itu, sebagian ada yang mengumbul dan sebagian lainya terpencar. Antara lain Kejadian di talang masjid atau talang gajah sebanyak 17 gubuk.

Kemudian di Talang Batu kapal komplek Sumantak 6 gubuk. Di komplek Patos 5 gubuk, di komplek Irwan 7 gubuk. Kemudian di talang Harno 6 gubuk. Total gubuk dan rumah yang dirusak gajah itu sebanyak 50 unit.

"Awalnya sampai Sabtu 7 November 2020 41 unit tapi tadi malam bertambah 9 unit lagi hingga semuanya menjadi 50 unit," kata Sulki selaku kepala UPT TNBBS resort Suoh Sulki, Minggu, 8 November 2020.

Ia mengaku, pihaknya terus melakukan blokade agar jangan sampai gajah-gajah itu memasuki kawasan warga dan menambah kerusakan.

Ke-50 unit gubuk dan rumah warga yang dirusak gajah di talang-talang itu lokasinya memang masih berada dalam kawasan TNBBS yaitu sejauh 5,2km dari tapal batas dengan tanah marga.

Saat ini posisi gajah masih di talang batu kapal komplek Rusdi dengan posisi gajah itu jaraknya masih 5,2KM dari titik 4.240 pal batas TNBBS.

Kendati demikian, kata Sulki, pihaknya tetap melakukan upaya pengamanan yaitu pengamanan untuk manusianya maupun pengamanan untuk satwanya itu sendiri. Pengamanan untuk warganya, pihaknya telah meminta dan mengevakuasi warga-warga yang tinggal dalam kawasan tersebut.

"Saat ini seluruh warga yang tinggal dan bermukim dalam kawasan itu sudah keluar meninggalkan lokasi," kata Sulki.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya selama ini juga terus memantau pergerakanya dan berupaya menggiring gajah itu untuk pergi menjauh dari lokasi tersebut. Kemudian meminta agar masyarakatnya untuk turun dari lokasi.

Lalu sejak Sabtu malam (7/11/20), pihaknya juga dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan blokade disekitar lokasi tepatnya di talang batu kapal agar jangan sampai gajah-gajah itu mengarah ke lahan marga.

"Tadi malam kami melakukan blokade di talang batu kapal tepatnya di komplek Darmi bersama anggota Kasuppolsek Suoh dan Bandarnegeri Suohb, anggota Koramil Batubrak, masyarakat dan aparat pekon Bumihantatai dan pekon Tembelang," tambah Sulki.

Blokade itu dilakukan agar jangan sampai gajah-gajah tersebut mengarah ke kawasan marga.

Ke-50 gubuk-gubuk dan rumah warga yang dirusak itu, sebagian memang sudah kosong karena sudah ditinggal pemiliknya dan sebagian masih dihuni. Sebagian besar adalah milik orang-orang dari luar Lampung Barat yang sengaja datang membuka lahan disitu.

Pihaknya berharap agar Pemkab Lambar dapat membantu memberi solusi tentang bagaimana mengatasi permasalahan yang sampai saat ini masih banyak masyarakat yang masih bertahan berkebun dalam kawasan tersebut. Padahal lokasi itu masih merupakan kawasan TNBBS yang memang adalah habitatnya satwa sehingga cukup berbahaya bagi masyarakat.

Sementara itu, camat Bandarnegeri Suoh Suryanto, membenarkan jika lokasi bangunan gubuk dan rumah masyarakat yang diserang gajah liar, itu masih merupakan kawasan TNBBS.

Pihaknya sebelumnya sudah sering mengimbau agar masyarakat meninggalkan lokasi itu karena lokasi itu masih kawasan dengan cara melakukan usaha lain. Akan tetapi masyarakatnya memang ekonomi sulit dan usahanya hanya itu saja.

Untuk mengatasi masalah itu, kata dia, pihaknya juga sudah pernah mengimbau agar masyarakat tersebut membentuk kelompok yang nantinya rencana akan dicarikan solusi melalui rencana program. Namun itu khusus mereka yang ber KTP Lambar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salahsatu anggota DPRD asal setempat Sugeng Hari Kinaryo Adi. Menurutnya,
lokasi tersebut masih berada dalam kawasan hutan yang kondisinya sudah dijadikan kebun sejak lama oleh masyarakat.

Gajah tersebut sebenarnya sudah sejak beberapa bulan lalu sudah berada disekitar kawasan itu. Masyarakat yang berkebun dan tinggal disana juga sudah diminta untuk waspada dan segera untuk mengungsi jika situasi gajahnya mendekat.

Ia mengimbau untuk sementara masyarakat agar berhati-hati. Kemudian pihak petugas terkait diharapkan untuk melakukan upaya penggiringan. Lalu peratin juga diminta untuk mendata rumah-rumah warga yang dirusak gajah tersebut.

Sugeng menambahkan, sebelumnya ia sudah sering mengingatkan warga khususnya yang masih menghuni kawasan agar saat panen untuk menyisihkan hasilnya. Hasil panen itu sebagian diminta untuk disisihkan atau ditabung untuk keperluan membeli tanah kaplingan di lahan marga. Jika sudah memiliki tanah pekarangan di lahan marga maka selanjutnya bisa diusulkan untuk mendapatkan program bantuan pembangunan rumah layak huni.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar