#gajah#petani

Belasan Gajah Kembali Rusak Tanaman Padi Milik Petani Lambar

( kata)
Belasan Gajah Kembali Rusak Tanaman Padi Milik Petani Lambar
Ilustrasi gajah. Dok Lampung Post


Liwa (Lampost.co) -- Belasan gajah liar terus merangsek mendekati pemukiman warga di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Selain merusak tanaman pisang, belasan gajah itu juga menginjak-injak tanaman padi milik petani sekitar.

"Tanaman pisang di kebun milik saya juga habis, tapi mau bagaimana lagi. Saya harus ikhlas, sebab lokasi kebun saya itu statusnya memang masih masuk dalam kawasan (hutan)," kata salah satu warga, Aan (30), Selasa, 6 September 2022. 

Baca: Konsorsium Barisan Selatan Galakkan Harmonisasi Gajah-Manusia

 

Aan berharap, lahan yang digarap dalam kawasan itu bisa menghasilkan panen tanpa ada gangguan. Sebab, selain menanam padi, dia juga mengaku menanam pohon sebagai dukungan pelestarian hutan.

Pengerusakan padi oleh belasan gajah itu meliputi Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Pekon Gunungratu, dan Hantatwi Kecamatan Bandarnegeri Suoh. 

Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suohm Sulki mengaku sudah melakukan penanggulangan pengerusakan oleh gajah melalui penggiringan ke arah Gunung Ayem atau sekitar 10 km dari perbatasan lahan marga. 

Ia mengaku, meskipun sebagian besar kebun dan sawah garapan masyarakat yang dirusak dan dimakan gajah itu masih masuk dalam zona kawasan, tetapi untuk kemanusiaan, pihaknya akan tetap mengupayakan penggiringan agar gajah bisa lebih menjauh.

"Ini demi kemanusiaan, walaupun lokasi garapan masyarakat itu memang masih kawasan, tapi semua harus dijaga keselamatannya," kata Sulki.

Pihaknya berharap, rombongan gajah tidak lagi mendekati lahan dan pemukiman masyarakat. Pihaknya sudah meminta agar masyarakat setempat tidak beraktivitas di kebun selama upaya penggiringan dilakukan. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar