#rusiaukraina#internasional

Belarusia Dukung Penuh Rusia Melawan Neo-Nazi di Ukraina

( kata)
Belarusia Dukung Penuh Rusia Melawan Neo-Nazi di Ukraina
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (kiri) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, 23 Mei 2022. (Ramil SITDIKOV / SPUTNIK / AFP)


Minsk (Lampost.co) -- Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan negaranya mendukung penuh Rusia yang melakukan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari lalu. Dukungan itu sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap sebuah negara serikat dengan Moskow.

Lukashenko, dianggap sebagai sekutu terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin, membolehkan pasukan Rusia menggunakan wilayah Belarusia untuk melancarkan serangan ke Ukraina.

Menurut Presiden Volodymyr Zelensky, pernyataan terbaru Lukashenko merupakan sebuah sinyal dan Kiev akan terus mengawasi secara ketat segala bentuk tindakan Minsk ke depannya.

Baca juga: Rusia Hentikan Serangan Jika Ukraina Letakkan Senjata

Sejumlah pejabat Ukraina meyakini Belarusia dapat segera terlibat langsung dalam invasi Rusia. 

Berbicara dalam sebuah seremoni peringatan pembebasan Minsk di era Perang Dunia II, Lukashenko mengaku mendukung operasi militer Putin sejak hari pertama di akhir Februari.

"Saat ini, kami dikritik karena menjadi satu-satunya negara di dunia yang mendukung Rusia dalam perang melawan Nazisme," kata Lukashenko dalam sebuah video di kantor berita BelTA.

"Kami akan terus mendukung Rusia. Mereka yang mengkritik kami, apakah mereka tidak tahu jika kami memiliki ikatan kuat dengan Federasi Rusia? Bahwa kami ini adalah pasukan bersatu?" tanya dia, dikutip dari The National, Senin, 4 Juli 2022.

Klaim Rusia mengenai adanya gerakan Neo-Nazi di Ukraina merupakan salah satu faktor yang mendorong Putin melancarkan invasi ke Ukraina. Namun, klaim tersebut dibantah Zelensky, yang mengatakan negaranya tidak mungkin mendukung gerakan Neo-Nazi.

Belarusia berkomitmen terhadap dibentuknya negara serikat dengan Rusia sejak pertengahan 1990-an. Namun, rencana ke arah sana hanya mengalami sedikit kemajuan, dan dalam setahun terakhir, Lukashenko juga berkukuh negaranya harus tetap menjaga kedaulatan.

Namun belakangan Belarusia semakin tergantung kepada Rusia. Dengan dukungan dari Kremlin, Belarusia berhasil mengatasi aksi protes masif terkait tuduhan kecurangan yang dilakukan Lukashenko dalam pemilihan umum 2020.

Dalam keterangan di Kiev bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Zelensly mengatakan bahwa pernyataan Lukashenko merupakan perkembangan "berbahaya" bagi situasi saat ini.

"Pernyataannya mengenai pasukan bersatu dengan Rusia merupakan hal berbahaya bagi masyarakat Belarusia," tutur Zelensky.

 

 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar