#nuansa#LampungPost#BelanjaDaring

Belanja Daring

( kata)
Belanja Daring
ilustrasi. (malasmikir.com)

TIDAK bisa dipungkiri, mayoritas kaum perempuan memiliki hobi belanja. Dengan belanja bisa membuat suasana hati yang sebelumnya tengah kesal, bosan, atau sedih menjadi kembali gembira.

Jika dulu, sebelum era digital, belanja harus ke toko-toko atau mal, kini belanja pun makin mudah, hanya dalam genggaman. Ratusan toko, beragam jenis barang, dan harga termurah bisa ditelusuri hanya sambil duduk santai atau bahkan tidur-tiduran. Praktis, alasan yang kerap dikatakan para penghobi belanja daring (dalam jaringan). 

Hasil survei Opera Software di beberapa kota besar di Indonesia pertengahan 2017, menunjukkan perempuan pengguna mobile browser lebih tertarik berbelanja daring dibandingkan dengan laki-laki. Meskipun keduanya memiliki kadar mengakses mobile browser dalam jumlah yang sama.

Survei yang melibatkan 420 pengguna internet di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar itu memaparkan sebanyak 60 responden perempuan mengaku mengakses mobile browser lebih dari delapan kali sehari untuk beraktivitas daring, seperti mencari informasi, membaca berita, dan mengakses media sosial.

Namun, lebih banyak perempuan (37%) yang tertarik untuk berbelanja daring atau mencari barang di situs e-commerce daripada laki-laki (34%).

***

"Majikanku itu cuma sayuran segar yang enggak dibelinya online. Pakaian, sepatu, elektronik, sampai keperluan harian rumah tangga dan pakaian dalam saja belinya online," ujar Ipeh saat belanja di warung sayur pagi itu.

"Ooo makanya mas-mas kurir antar paket itu sering ke rumah majikanmu ya?" sahut Bu RT.

"Iya, Bu... mas kurirnya sampai hafal sama Ipeh," jawab Ipeh sambil senyum mesem.

"Alah itu sih kamu saja yang kegenitan, Peh," timpal Bu RT.

"Ibu majikan saya itu sudah diprotes anak-anaknya terus karena keseringan belanja online. Tetapi kata ibu, belanja online malah irit. Enggak perlu capek nawar-nawar, tinggal pilih saja harga yang sesuai. Enggak perlu capek-capek cari tempat parkir di mal, enggak keluar uang untuk parkir. Pokoknya kata ibu, praktis tis...kalau belanja online mah. Sebagai orang sibuk yang enggak punya banyak waktu ke luar rumah, Ipeh juga besok-besok belanja online saja ah, ini sudah dibeliin ibu hape Android di toko online," cerocos Ipeh.

"Gayamu, Peh, pembantu saja belanja online."

"Eeeh....jangan salah! Itu untungnya lagi belanja online, Ipeh yang seorang pembantu ini dengan nyaman bisa melenggang ke toko-toko online tanpa harus risih dengan pandangan orang-orang yang merendahkan karena gaya Ipeh yang kampungan ini. Toko online itu lebih manusiawi daripada kalau Ipeh ke mal, banyak yang melihat dengan pandangan aneh bahkan merendahkan."

"Ya sudah, Peh, sudah siang, pulang sana, masak. Majikanmu kan enggak bisa beli sayur segar dari toko online."

"Ih Bu RT ini cerdas dikit dong, nanti Ipeh beliin sayur matang saja lewat Go-Food." *

Nova Lidarni, Wartawan Lampung Post

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar