#keripikpare#umkm#beritalampura

Belajar dari YouTube, Parsidah Raih Pundi dari Keripik Pare

( kata)
Belajar dari <i>YouTube</i>, Parsidah Raih Pundi dari Keripik Pare
Caption; Parsidah, warga  Dusun Mulya Sari, Desa Sido Kayo, Kecamatan Abung Tinggi, menunjukkan  keripik pare, hasil produksinya, dikediamannya,  Minggu (17-11-2019). Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co) --  "Kriuknya, gurih-gurih nyoi," ucap Parsidah, warga  Dusun Mulya Sari, Desa Sido Kayo, Kecamatan Abung Tinggi, yang tengah mempromosikan keripik pare, hasil produksi sendiri di kediamannya, Minggu,17 November 2019.

Usaha rumahan yang dia kembangkan bersama suaminya, Sunarto, ini berawal dari tuntutan kebutuhan rumah tangga untuk membesarkan dua anaknya yang masih duduk di bangku kelas enam SD dan Mts di salah satu pesantren. 

"Sebelumnya saya dan suami mengandalkan penghasilan dari berkebun kopi guna memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hanya saja, hasil panen setiap tahunnya kurang mencukupi untuk biaya pendidikan anak-anak" ujarnya. 

Karena terdesak kebutuhan, saya berfikir untuk usaha sampingan sambil melihat buah pare dipekarangan rumah yang belum waktunya di petik. Terus dia ingat, buah pare kata tetangganya bisa dijadikan keripik. 

"Hp saya hp jadul, cuma untuk telepon dan sms saja. Makanya, ketika ide itu datang, saya langsung bergegas ke rumah tetangga yang memiliki hp android untuk melihat tayangan <i>YouTube</i> tentang cara membuat keripik pare," kata dia sambil tersenyum. 

Setelah mencoba berbagai resep pengolahan buah pare untuk dijadikan keripik, akhirnya saya memberanikan pada Mei 2019 lalu untuk memulai usaha tersebut. 

"Kalau keripik pare yang saya buat dijamin tidak pahit, tapi kalau nanggung beban hidup ini malah terasa pahit, mas," tuturnya sambil tersenyum. 

Keripik pare yang dia buat, terbagi dalam dua kemasan, yakni ukuran kecil dibandrol Rp2 ribu/bungkus dan ukuran sedang seberat 1 ons dihargai Rp8 ribu/bungkus. Untuk penjualan masih di seputar warung serta rumah makan di wilayah Kecamatan Abung Tinggi.

Rata-rata penjualan keripik pare per minggunya berkisar 30 bungkus untuk ukuran sedang dan 120 bungkus ukuran kecil. 

"Saya berharap, pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan usaha kecil seperti kami, khususnya untuk pemasaran produk yang selama ini masih menjadi kendala terbesar dalam pengembangan usaha,"  kata dia lirih pada Lampost.co. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar