#advetorial#hutlamteng

Bekerja Bersama Menuju Kabupaten Lampung Tengah Berjaya

( kata)
Bekerja Bersama Menuju Kabupaten Lampung Tengah Berjaya
Waka I DPRD Lamteng, Yulius Heri Susanto memotong Tumpeng Hut 76 tahun Lampung Tengah, dalam Rapat Paripurna Istimewa. (Foto:Lampost/Reza H)


Gunungsugih (Lampost.co)--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Tengah mengelar Rapat Paripurna istimewa peringatan hari jadi ke-76 tahun 2022, Selasa, 14 Juni 2022.

Rapat ke-17 masa sidang ke tiga tahun 2022 ini dipimpin Wakil Ketua I DPRD Lampung Tengah, Yulius Heri Susanto dan jajaran anggota DPRD setempat.

"Usia 76 tahun tergolong tidak muda lagi, saya berharap dengan dipimpin Musa-Dito Kabupaten Lampung Tengah betul-betul berjaya, sesuai selogan mereka, menjadi kabupaten terbaik, kami akan terus support apa yang menjadi program mereka untuk kesejahteraan masyarakat," terang Yulius.

Ia menjelaskan, DPRD telah melakukan fungsi pengawasan semaksimal mingkin, setiap komisi dan badan yang ada di DPRD terus melakukan tugas dan fungsi pokoknya.

"Untuk pengawasan kami terus lakukan, bagaimana komisi-komisi menyikapi program kerja dari eksekutif, kami akan terus berupaya melakukan dengan maksimal, saat ini kami juga sedang membahas serapan anggaran dan dinerja mereka," terangnya.

Sementara, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Pimpinan DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala PN dan Kepala PA dan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Tengah atas segala dukungan dan kerjasama yang diberikan selama ini.

"Sepanjang 76 tahun yang sudah dilewati kabupaten ini, merupakan bentuk saksi sejarah, perubahan yang dialami, di dalamnya merupakan hasil karya kita bersama. Pembangunan yang di rasakan masyarakat, baik pembangunan fisik dalam rangka mempermudah hidup, kehidupan masyarakat agau sisi budaya peningkatan kemampuan masyarakat yang semakin lama semakin menarik di namikanya," kata Musa Ahmad.

Keberhasilan pembangunan fisik di Kabupaten Lampung Tengah, menarik. Akses penghubung yang tidak tersentuh sekarang bisa dirasakan. Budaya, keberagaman sudut pandang, suku, agaman dan ras yang cukup beragam, dan kini lebih mampu menghadapi bersama.

"Angka kerusuhan dan keributan akibat perbedaan dalam kehidupan sosial budaya, aspek ini mendorong bangkitnya ekonomi masyarakat," tutupnya


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar