#humaniora#disabilitas#beritalampung

Bekali Kemampuan Kerja untuk Anak Berkebutuhan Khusus

( kata)
Bekali Kemampuan Kerja untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Anak didik Sekolah PKLK memamerkan produk olahan sendiri di pameran kids day, di Hall, Mall Boemi Kedaton. Lampost.co/Atika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sekolah anak berkebutuhan khusus dan pusat terapi yang bernaung di Yayasan Harapan Masa Depan Lampung melakukan pelatihan kerja untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus (disabilitas). Yayasan yang bernama PKLK Growing Hope melakukan pameran dengan menjualkan berbagai jenis karya dan hasil tangan yang ditampilkan di Hall, Mal Boemi Kedaton pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Saniyati selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa sekolah ini melakukan pelatihan kerja, terapi, dan sekolah berkebutuhan khusus. Sekolah sengaja menanamkan sifat kreativitas untuk semua anak didiknya guna menjadikan anak lebih mandiri dan mampu bersaing meskipun dengan keistimewaan.

"Kami menanamkan sifat percaya diri dan yakin bahwa anak-anak istimewa ini dapat menciptakan suatu karya dan menghadirkan sesuatu hal yang berbeda," kata dia saat ditemui Lampost.co pada Minggu, 20 Oktober 2019

Ia melanjutkan bahwa berbagai macam hasil karya seperti batik, lukisan, snack, hingga jamu dihadirkan di pameran ini. Meskipun mereka hanya mengikuti pameran selama satu hari, Ia menjelaskan bahwa konsumen yang ingin dapat langsung mendatangi sekolah yang beralamatkan di jalan Buton Dalam Jagabaya II, perumahan Palemville Bandar Lampung.

"Pelanggan dapat melihat serta membeli hasil olahan kami ini, karena kami melakukan praktek setiap hari, sehingga semua dapat melihatnya," ujarnya.

Harga penjualannya cukup relatif murah karena dibandrol mulai dari Rp20 ribu, konsumen sudah bisa menikmati makanan yang enak dan murah serta sehat.

Ia juga menambahkan selain penjualan produk makanan, ada pelatihan lain diantaranya tata boga, tata busana, menjahit, musik, membatik, malukis, serta pelatihan komputer. "Semua pelatihan kami ajarkan agar mengetahui potensi dan karakteristik dari anak itu sendiri," katanya. 

Mengenai kegiatan terapi, Ia menjelaskan bahwa sekolah tersebut melakukan terapi diantaranya speech therapy, fisio therapy, occupotional therapy, patterning therapy, play therapy dan music therapy.

Atika Oktaria



Berita Terkait



Komentar