#ekbis#bei#bursaefek#idx#inklusi#investasi

BEI Bidik Dua Desa Investasi di 2019

( kata)
BEI Bidik Dua Desa Investasi di 2019
Kepala BEI Lampung Hendi Prayogi. Foto: Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung membidik pembentukan galeri investasi dan inklusi di 2 desa yang seluruhnya berada di Lampung Selatan pada 2019 ini. Proyeksi tersebut sebagai bentuk peningkatan penggunaan dan pemahaman masyarakat terhadap produk industri jasa keuangan (IJK).

Kepala BEI Lampung, Hendi Prayogi menjelaskan 2019 ini pihaknya tengah melakukan pendekatan terhadap desa-desa yang memiliki potensi bagus dalam penggunaan jasa keuangan khususnya produk pasar modal. Arah program yang keluar dari perkotaan itu sebagai langlah untuk mendekatkan dan menjaga masyarakat dari penipuan berkedok investasi.

"Kami sedang melakukan pendekatan ke desa. Kalau biasanya kami selalu membuka galeri investasi di kampus. Tahun lalu kami buka di IAIN Metro dan Universitas Saburai. Tapi, untuk tahun ini kami ingin masuk ke desa dulu, karena memang lebih ingin mengarah ke masyarakat desa," kata Hendi kepada Lampung Post, Jumat (19/4/2019).

Menurutnya, bidikan ke wilayah pedesaan sebagai rasa prihatin dan perhatian lembaga jasa keuangan terhadap masyarakat yang sangat rentan menjadi korban investasi bodong. "Kami prihatin dan harus mengedukasi masyarakat melalui kehadiran galeri investasi dan desa inklusi," ujarnya.

Di 2019 ini, lanjut dia, galeri investasi telah terbentuk di Desa Sidorejo sebagai desa nabung saham. Dengan demikian, pihaknya masih memili 1 target desa lainnya yang rencananya akan diluncurkan di Desa Cinta Mulia, Lampung Selatan. Dimana, desa tersebut akan dibangun sebagai desa inklusi pertama di Indonesia.

"Desa Cinta Mulia akan dijadikan sebagai desa inklusi pertama di Indonesia. Kami sedang memantau dan menganalisa potensinya. Harapannya, Juli nanti bisa diresmikan. Jadi tahun ini ada 2 desa yang menjadi percontohan," ujar dia.

Hendi menambahkan, desa inklusi sebagai program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang diinisasi Otoritas Jasa Keuangan dan BEI sebagai daerah yang paham terhadap IJK, baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan bukan bank.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar