pengutil

Begini Modus Komplotan Pengutil di Mal

( kata)
Begini Modus Komplotan Pengutil di Mal
Polresta Bandar Lampung telah menetapkan 8 orang yang terdiri dari 5 pria dan 3 wanita sebagai tersangka pencurian spesialis "pengutil" pusat perbelanjaan lintas provinsi. (dok)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung telah menetapkan 8 orang yang terdiri dari 5 pria dan 3 wanita sebagai tersangka pencurian spesialis "pengutil" pusat perbelanjaan lintas provinsi. 

Mereka terdiri dari berinisial N, M, I, T, R, In, Y, dan J yang kesemuanya merupakan warga DKI Jakarta. 

Hasil curian mereka di Bandar Lampung beranekaragam, mulai dari susu formula, sprei, minyak angin, pasta gigi, sabun mandi, cotton bud, sabun pencuci muka hingga vitamin dan suplemen, dari dua lokasi yakni Transmart dan MBK.

Ada 5 orang yang masuk ke dalam mal dan mengutil, sedangkan 3 pelaku lainnya standby di parkiran mal, dengan dua unit mobil yang mereka siapkan.

"Penangkapan ini bekerjasama dengan Polresta Palembang, kita bergerak juga lewat CCTV yang diterima, bagaimana peran masing-masing pelaku, karena mereka juga ketika di Palembang sempat beraksi di beberapa minimarket. Barang-barang yang diambil mereka ini yang tidak ada sensornya, " katanya, Senin (7/12/2020). 

Dari pengakuan pelaku, mereka beraksi di Bandar Lampung baru dua kali, namun komplotan lintas provinsi tersebut juga kerap beraksi di Pulau Jawa, bahkan usai dari Bandar Lampung mereka hendak dan sudah sempat beraksi di Palembang. 

"Otak pelaku berinisial M dan T karena mereka ini spesialisasinya, dan dari hasil mereka nanti dibagi ketika sudah dijual, sementara ada dua mal di Bandar Lampung yang disasar mereka," papar alumnus Akpol 2006 itu.

Awalnya komplotan tersebut berangkat dari DKI Jakarta pada 30 November 2020. Setibanya di Bandar Lampung mereka beraksi dengan mengutil di dua pusat perbelanjaan pada 1 Desember 2020, lalu bergerak ke Palembang, Sumatera Selatan. Selanjutnya seluruh pelaku ditangkap di Palembang pada 3 Desember 2020. 

Sementara satu pelaku berinisial M mengelak saat ditanya awak media, jika sering beraksi sebagai pengutil lintas provinsi. "Baru dua kali, uangnya juga dibagi," kata M saat ditanya awak media.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar