#hoaks#akiditio

Begini Komentar Bank Indonesia soal Dana Rp2 Triliun Akidi Tio

( kata)
Begini Komentar Bank Indonesia soal Dana Rp2 Triliun Akidi Tio
Pemberian simbolis dana bantuan Rp2 triliun untuk penanganan covid-19 di Sumsel dari keluarga Alm. Akidi Tio. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Penyaluran dana Rp2 triliun kepada Polda Sumatera Selatan yang dijanjikan keluarga almarhum Akidi Tio untuk penanganan covid-19 masih simpang siur. Hingga kini, uang tersebut tak kunjung cair.

Menanggapi hal itu, Bank Indonesia (BI) bersuara. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyatakan Bank Indonesia tidak terlibat secara langsung. Terutama dalam proses pencairan sumbangan dari keluarga pengusaha Akidi Tio.

Menurutnya, perbankan hanya mencatat proses transaksi. Tugas BI juga sebatas memastikan identitas pemilik rekening serta sumber dana.

"Siapa pun itu, yang terkonfirmasi di bank terkait identitas, dapat melakukan transaksi. Namun, sebelumnya ada proses KYC (know your customer)," demikian dijelaskan Erwin, dikutip dari Medcom, Rabu, 4 Agustus 2021.

Proses KYC dilakukan dengan mengecek data pemilik dan riwayat transaksi rekening. Proses itu bertujuan untuk memastikan dana yang dikirim bukan dari hasil kejahatan seperti pencucian uang atau terorisme.

Menurut Erwin, proses penyaluran sumbangan Rp2 triliun dapat dilakukan melalui transfer antarbank, yakni dengan menggunakan sistem real time gross settlement (RTGS).

Terkait isu adanya penipuan dalam proses pencairan Rp2 triliun ini, Polda Sumatera Selatan masih memeriksa Heryanti, anak Akidi Tio. 

Apabila terbukti berbohong, maka akan diancam pasal berlapis. Meliputi, pasal penyebaran berita bohong dan pasal penghinaan terhadap negara dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar