#Hiburan#Humaniora#HariAnakNasional

Begini Kiat Artika Sari Devi Bermain Bersama Anak

( kata)
Begini Kiat Artika Sari Devi Bermain Bersama Anak
MI/Atet Dwi Pramadia Artika Sari Devi Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/330654-ini-cara-artika-sari-devi-bermain-bersama-anak

JAKARTA (Lampost.co) -- Artika Sari Devi menerapkan "mindfulness" ketika tiba waktunya untuk bermain bersama anak. Dia ingin mencurahkan perhatian saat berinteraksi dengan kedua buah hatinya dan menjaga agar pikirannya tidak melayang ke hal lain dengan menerapkan aturan yang harus ia tepati.

"Pas main di kamar anak, saya tidak bawa gadget, pakai 'mindfulness', saya lagi menemani mereka main," kata Artika dalam acara virtual #MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop, Rabu, 22 Juli 2020. Dia dan suaminya, musisi Baim, selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama anak setiap hari, bahkan ketika waktu luang sangat sempit, hanya belasan menit.

Di sisi lain, dia dan Baim juga menerapkan aturan bermain untuk Abbey, 10, dan Zoey, 7, agar orangtua tidak pusing membereskan barang yang berserakan setelah anak puas bermain. Artika dan Baim menanamkan tanggungjawab kepada buah hati mereka dengan membuat aturan bermain "set up, play, and clean up" alias bereskan setelah bermain.

Anak dibebaskan untuk berkreasi dan bereksperimen saat bermain selama mereka punya tanggung jawab dalam menjaga kebersihan. Salah satu contohnya adalah mengizinkan si sulung membawa ulat bulu yang ditangkap di kebun ke kamarnya. "Asal dia tanggung jawab sama kebersihan kamar," katanya.

Artika dan Baim menyediakan ruang bermain khusus untuk anak di rumah. Di sana, anak-anaknya sering membuat mainan sendiri dari barang bekas di rumah. Mereka juga suka bermain peran dan berdandan sebagai puteri. "Kami bebaskan mereka mau bermain apa saja, karena dengan bermain saya paham ada manfaat yang mereka dapatkan,” tambah Artika.

Manfaatkan Barang Bekas

Barang bekas yang tergeletak di rumah tak serta merta dibuang ke tempat sampah oleh Artika Sari Devi. Puteri Indonesia 2004 ini memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan mainan bagi kedua buah hatinya, Abbey, 10, dan Zoey, 7.

"Anak-anak di rumah tercetus untuk membuat sesuatu dari barang yang sudah tak berguna seperti stik es krim," kata Artika dalam acara virtual #MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop, Rabu, 20 Juli 2020.

Biasanya istri dari penyanyi Baim ini memanfaatkan batang es krim bekas untuk dijadikan papan penanda nama bibit tanaman. Di tangan anak-anaknya, stik es krim itu disulap menjadi boneka mini yang dipakai untuk mendongeng.

Artika menunjukkan salah satu boneka dari stik es krim yang telah ditempeli gambar di bagian atasnya. "Abbey bikin ini pas mengajari adiknya agar suka sayuran. Malam-malam sebelum tidur dia pakai untuk bercerita ke adiknya," ujar Artika.

Kemasan es krim yang penuh warna dan karakter juga dimanfaatkan sebagai inspirasi anaknya untuk menggambar, menciptakan karya baru sebagai ajang berkreasi. “Saat bermain, apa pun bisa menjadi stimulus kreativitas termasuk jajanan. Bagi kami, memilih jajanan yang baik tidak hanya rasanya yang mereka suka tapi juga baik untuk mereka," kata Artika.

Menurut Ketua Ikatan Psikologi Klinis Anna Surti Ariani, memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan mainan memberi berbagai manfaat untuk anak.

Selain hemat biaya karena tak perlu membeli, anak juga jadi memahami konsep daur ulang dan mengurangi sampah. "Dari proses untuk membuatnya jadi mainan juga bisa melatih kemampuan motorik anak," kata psikolog yang akrab disapa Nina itu.

Nina menjelaskan, ada tiga konsep penting seputar dunia bermain anak. Pertama, mainan berupa alat yang digunakan, bisa dibeli atau dibuat sendiri oleh anak atau dibantu orangtuanya.

Kedua, permainan, yaitu aktivitas yang diciptakan, bisa membutuhkan mainan ataupun tanpa mainan. Ketiga, bermain, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak.

"Yang betul-betul memberikan manfaat buat anak bukanlah mainan atau permainan, namun proses bermain yang dilakukan anak," kata Nina.

Dia mengingatkan orangtua untuk menyempatkan waktu bermain bersama anak sehingga anak bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar