#CURANMOR#BERITAMETRO

Begal Motor di Metro Dihadiahi Timah Panas 

( kata)
Begal Motor di Metro Dihadiahi Timah Panas 
Tersangka Tri Prayitno (kursi roda) kini telah diamankan di Mapolres Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Anggota Tekab 308 Polres Metro menghadiahi timah panas seorang tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang beraksi di wilayah hukum setempat. 

Kasatreskrim Polres Metro, AKP Andri Gustami, mengatakan, tersangka kasus curas, Tri Prayitno (26) warga desa Bumiharjo, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah itu terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kaki lantaran melawan saat akan diamankan. 

"Setelah dilakukan penyelidikan kemudian Tekab 308 Polres Metro berhasil mengamankan pelaku yang sedang berada di wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Setelah diintrogasi pelaku mengakui telah mengambil satu unit sepeda motor merk Honda Beat beserta satu unit ponsel yang berada didalam bagasi jok sepeda motor," kata dia, di Mapolres, Rabu, 14 April 2021.

Andri menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka dan rekannya yang lebih dahulu ditangkap Tekab 308 Polres Metro adalah dengan membuntuti korbannya.

"Kronologis kejadian, pada Minggu, 29 November 2020 lalu pada pukul 04.00 WIB di jalan Manunggal III Metro Pusat. Tersangka beraksi dengan rekannya dengan cara mengikuti korban kemudian menendang kendaraan hingga korbannya jatuh," ujar dia. 

Kasat Reskrim menambahkan, setelah korban terjatuh, tersangka tak segan-segan menusuk korbannya dengan senjata tajam. Korban yang diketahui bernama Uswatun Khasanah (23) warga Dusun Sukorejo RT 06 RW 03, Desa Selorejo Batanghari, Lampung Timur itu menderita luka sayatan senjata tajam di bagian tangan.

"Kemudian salah satu pelaku menusuk korban dengan senjata tajam yang mengenai tangan korban, lalu pelaku membawa kabur sepeda motor korban yang didalam bagasi jok sepeda motor tersebut terdapat satu unit ponsel," kata dia.

Dihadapan awak media, tersangka kasus curas (Tri Prayitno) mengucapkan permohonan maafnya kepada masyarakat Kota Metro atas aksi yang dia lakukan bersama rekannya. Ia mengaku, uang hasil pembegalan dibagi dua dan Tri hanya memperoleh bagian Rp1,5 juta. Ia bahkan mengaku sempat bersembunyi di Bekasi untuk mencari pekerjaan sebelum akhirnya ditangkap polisi.

"Kemarin saya cuma dibagi Rp1,5juta, uangnya saya pakai untuk keperluan. Saya ketangkap Tim Tekab 308 Polres Metro di Bekasi Timur. Di Bekasi saya mengamankan diri di tempat kawan saya. Kawan saya kerja di PT dan saya lagi mau cari-cari kerjaan di sana," ujarnya.

Kini, Tri Prayitno dipenjara menyusul rekannya dengan kondisi luka tembak pada kedua kaki. Ia terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan hukuman 9 tahun penjara. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar