#harirayakurban#iduladha#beritalampung

Beda dengan Kota, Daerah Pelosok Ini Nyaris Tak Ada Pembagian Daging Kurban

( kata)
Beda dengan Kota, Daerah Pelosok Ini Nyaris Tak Ada Pembagian Daging Kurban
Foto. Dok.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Hari raya kurban telah dilalui dengan suka cita. Warga muslim saling berbagi daging kambing dan sapi ke seluruh penjuru daerah. Namun, ada beberapa wilayah yang masih belum beruntung. Mereka warga Desa Banjarsuri, Sidomulyo, Lampung Selatan belum mendapatkan sepotong daging pun. 

Benny, salah satu anggota Laznas Lembaga Dakwah Lampung membagi ceritanya kepada Lampost.co saat mengunjungi daerah terpencil pada hari kedua pemotongan hewan kurban di atas Bukit Tepat, Senin (12/8/2019).

Setelah menempuh perjalanan dari Bandar Lampung menuju kecamatan Sidomulyo kurang lebih 45 menit, dilanjutkan menuju desa Banjarsuri yang letaknya 20 km dari kecamatan.

Medan yang dilalui mulai dari jalan aspal tak lama kemudian memasuki pedesaan jalannya masih batu padas dan menanjak. Sekeliling jalur ini nampak area pertanian yang mengalami kekeringan diakibatkan musim kemarau.

"Sapinya kita bawa pakai mobil pikap. Awalnya takut merosot karena jalannya nanjak dan agak sulit dilewati dengan kapasitas berat. Tapi alhamdulillah sampai juga ke atas." kata Benny.

Wilayah Banjarsuri merupakan daerah yang berbukit dengan tanaman kepala sawit yang mendominasi. Penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh harian. Warga yang sudah menunggu datangnya hewan kurban di lapangan TPA sudah tak sabar menunggu pemotongan. Maklum saja, tahun ini memang tidak ada sama sekali warga yang berkurban.

Ustaz Junaidi yang biasa melakukan pembinaan di pedalaman menyampaikan sudah dua tahun ini tidak ada kurban di wilayah tersebut. "Tahun ini ramai sekali semua warga ceria ketika tahu ada donatur yang akan mengamanahkan qurbannya kesini," tutur Ustaz Junaidi saat mendampingi proses pemotongan.

Penyaluran lebih dari 100 kg daging sapi dibagikan kepada 350 KK yang beragama muslim di desa tersebut. Selain itu, penyaluran kali ini dibarengi dengan santunan guru ngaji dan pemberian iqra serta Alquran di desa ini. "Besar harapan warga bantuan tidak hanya sebatas pemberian hewan kurban, tetapi kami juga disini membutuhkan fasilitas dan edukasi dalam pemahaman agama agar di tahun mendatang ada warga kami yang bisa berqurban," tutup Ustaz Junaidi.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar