#economiccorner#ekonomilampung

Bea Cukai Pacu Pemulihan Ekonomi Lampung

( kata)
Bea Cukai Pacu Pemulihan Ekonomi Lampung
Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Meldy Kassim. Lampost.co/Triyadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi covid-19 menerpa seluruh sektor kehidupan, termasuk sektor ekonomi. Untuk mendorong agar ekonomi tetap tumbuh Direktorat Bea dan Cukai memberikan fasilitas dan kemudahan ekspor impor.

Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, Meldy Kassim, mengatakan pihaknya terus mendorong pemulihan ekonomi Lampung pada masa pandemi. Kementerian Keuangan mendorongnya melalui empat kebijakan prioritas fiskal yakni melanjutkan dan mempercepat pemulihan nasional yang juga berfokus kepada ekonomi regional yang tangguh dan berdaya saing.

Kedua, reformasi struktural yang terus melanjutkan program kebaikan iklim investasi dan daya saing ekonomi. Ketiga, program reformasi anggaran untuk kegiatan yang produktif dan seefesien mungkin. Keempat, program percepatan pembangunan nasional yang diterjemahkan dalam reformasi bidang kesehatan, reformasi bidang pendidikan, infrastruktur, teknologi informasi, dan ketahanan pangan.

"Bea dan cukai berperan sebagai fasilitator dan industrial asisten merespon dengan cepat dampak pandemi dengan penyesuaian prosedur dan penyusunan kebijakan untuk mendukung para pelaku usaha," kata Meldy saat talkshow Ekonomic Corner Metro Tv Lampung bersama Wakil Pimpinan Redaksi Lampung Post, Dominikus Widodo, Kamis, 29 Juli 2021.

Ia mengatakan pihaknya mengoptimalkan peran pemberian fasilitas prosedural dan fiskal. Untuk prosedural ditujukan untuk mempercepat proses kepabeanan khususnya pengurusan dokumen, sementara untuk fiskal dengan pemberian relaksasi dan fasilitas impor berupa pembebasan bea masuk/cukai, tidak dipungut PPN dan pembebasan PPnBM impor untuk barang-barang terkait penanganan covid-19.

"Kami sebisa mungkin memberikan layanan yang optimal terkait kepabeanan dan cukai. Kami juga sedang menggencarkan ekspor di Lampung dengan menjembatani kendala dan hambatan antar stakeholder dengan program Siger atau Sinergi Gandeng Eksportir," katanya.

Untuk mendorong ekonomi Lampung, pihaknya memberikan fasilitas tempat penimbunan berikat bagi 16 perusahaan, lalu pusat logistik berikat 3 perusahaan dan fasilitas gudang berikat 1 perusahaan. Selain itu fasilitas mitra kepabeanan yang merupakan penetapan atau penunjukan langsung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh IDX Lampung, FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, Kanwil DJBC Sumatra Bagian Barat, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar