#beritalampung#bandarlampung#bbpom#kesehatan

BBPOM Dorong UMKM di Lampung Tersertifikasi Produk Aman dan Bermutu

( kata)
BBPOM Dorong UMKM di Lampung Tersertifikasi Produk Aman dan Bermutu
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Zamroni. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung menyatakan saat ini pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya pada usaha makanan di Provinsi Lampung masih banyak yang belum tersertifikasi. BBPOM terus mendorong agar UMKM di Lampung memiliki sertifikasi produk aman dan bermutu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Bandar Lampung, Zamroni, mengatakan jika sertifikasi prinsipnya sangat diperlukan untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen jika produk yang dijual aman.

"Saat ini masih minim UMKM yang mengajukan izin melalui BBPOM, karena memang izin edar pangan olahan bisa melalui Dinas Perizinan yang ada di Provinsi dan Kabupaten/Kota atau biasa disebut pangan industri rumah tangga (P-IRT) namun lingkupnya tidak luas," kata Zamroni dalam kegiatan Sosialisasi dan Desk Registrasi, Kamis, 22 September 2022.

Sementara untuk BBPOM keluarkan izin edar makanan dalam (MD) atau makanan luar (ML). "Di Provinsi Lampung sendiri produk olahan pangan masih banyak yang risiko rendah dalam arti makanan yang bahannya tidak terlalu banyak seperti kopi, keripik, dan izin edar bisa lewat P-IRT dan bisa dijual," katanya.

Sementara untuk produk olahan yang berisiko tinggi seperti olahan makanan basah, susu yang dikemas yang membutuhkan izin edar oleh BBPOM.

"Izin edar yang diakukan oleh UMKM sampai sekarang jumlahnya kurang dari 50 izin, hal ini yang kami dorong untuk terus meningkat daya saing pangan olahan," katanya.

Ia mengatakan pihaknya menurunkan evaluator sebagai tim fasilitator guna mendampingi pelaku usaha untuk cara mengajukan izin edar dari BBPOM. "Dari pengajuan ada dan belum terpenuhi syaratnya atau yang terlambat adalah sarana produksi atau tempat usaha yang sesuai dengan ketentuan," kata dia.

Sebab, lanjut dia, salah satu kriteria mendapat izin edar adalah pangan yang harus memiliki standarisasi mutu tinggi mulai dari penyediaan pembuatan olahan pangan yang tidak bisa digabung bersama dengan dapur pribadi. "Jadi harus ada tempat khusus atau industrinya memang ada lokasi sendiri," kata dia.

Bersamaan dengan kegiatan sosialisasi terkait dengan registrasi pangan olahan sekaligus desk registrasi pangan olahan. Pihaknya mendorong setidaknya 41 UMKM yang tersebar di Provinsi Lampung yanf terbagi 8 UMKM mandiri serta 33 UMKM pendampingan BBPOM untuk bisa paham dan mengerti proses mendapatkan izin edar.

"Tujuan kegiatan hari ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada pelaku usaha tentang bagaimana mendapatkan izin edar pangan olahan dan selanjutnya dilakukan desk artinya yang sudah mengajukan izin edar dilakukan desk dengan harapan hari itu juga dapat izin edar pangan olahan dari BBPOM," kata dia.

Ia mendorong agar produk aman dan bermutu ditandai dengan mendapatkan Nomor Izin Edar. "Proses mendapatkan izin edar tersebut dimulai dari mendapatkan rekomendasi terhadap penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)," pungkas dia.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar