#beritalampung#beritabandarlampung#kesehatan

BBPOM Bandar Lampung Klaim 168 Produk Obat Sirop Aman Dikonsumsi

( kata)
BBPOM Bandar Lampung Klaim 168 Produk Obat Sirop Aman Dikonsumsi
Ilustrasi. Foto: Gooogle Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Plt Kepala BBPOM Bandar Lampung Zamroni menyebutkan ada 168 produk sirop yang aman digunakan karena tidak mengandung zat 4 pelarut, hasil ini merupakan investigasi lanjutan yang dilakukan oleh BPOM.

Adapun keempat pelarut tersebut yakni, propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol dan gliserin atau gliserol.

Investigasi ini, kata Zamroni sehubungan dengan  temuan sirop obat yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) atau dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas.

"Berdasarkan hasil pengawasan BPOM melalui penelusuran data registrasi dan sampling post market, sebanyak 168 (seratus enam puluh delapan) produk sirup obat tidak mengandung 4  pelarut (propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol), sehingga tidak mengandung cemaran ED/DEG dan aman untuk diedarkan," kata Zamroni, Kamis, 17 November 2022.

Ia menyampaikan BPOM akan terus berproses menelusuri dan menindaklanjuti kejadian cemaran EG/DEG pada sirop obat hingga ke akar permasalahannya.

Dikarenakan sebagai pengembangan pengawasan jalur distribusi, BPOM menggencarkan surveillance mutu produk obat sirop. Verifikasi hasil pengujian bahan baku obat secara mandiri juga dilakukan oleh industri farmasi untuk memastikan tidak adanya cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.

"Tidak hanya sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi hal ini juga menjadi upaya dalam perbaikan sistem jaminan keamanan dan mutu obat di Indonesia," jelasnya.

Tambahnya, hasil pengujian mandiri dan verifikasi dari industri farmasi, diketahui ada 126 produk dari 15 industri farmasi aman dikonsumsi.

“Sudah dilakukan tes sendiri oleh masing-masing produsen dan diverifikasi kembali. Berdasarkan verifikasi ini, terdapat 126 produk dari 15 industri farmasi yang dinyatakan telah memenuhi kriteria,” pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar