#beritalampung#beritalampungterkini#obatsirop#etileglikol#dietilenglikol#gagalginjal

BBPOM Bandar Lampung Gandeng Industri Farmasi Tarik Obat Tercemar EG dan DEG

( kata)
BBPOM Bandar Lampung Gandeng Industri Farmasi Tarik Obat Tercemar EG dan DEG
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Besar POM Bandar Lampung akan mengawal  kebijakan BPOM pusat untuk menarik atau me-recall produk sirop obat yang tercemar Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Pengawalan tersebut dilakukan di sejumlah tempat, di antaranya toko obat, apotek, retail, puskesmas, rumah sakit, instalasi farmasi pemerintah, termasuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota, organisasi Ikatan Apoteker Indonesia Daerah Lampung.

"BBPOM Bandar Lampung melaksanakan kebijakan teknis yakni dalam pengawalan produk yang di-recall atau ditarik dan yang di-hold. Artinya, sementara tidak didistribusikan terlebih dahulu atau diperjualbelikan sampai menunggu keputusan. Produk obat sirop (yang tercemar EG dan DEG) ini juga terdistribusi di sarana  rumah sakit atau puskesmas," kata Plt Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, Zamroni, Minggu, 6 November 2022.

Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Pencegahan Subvarian dengan 3M 

Dia menjelaskan untuk pengawalan obat sirop yang tercemar ini tidak melakukan penarikan langsung, melainkan meminta sarana pelayanan kefarmasian untuk menyisihkan atau mengarantina produk obat sirop tersebut. BBPOM Bandar Lampung juga akan berkoordinasi dengan industri farmasi bersangkutan dan distributor untuk pemusnahannya.

"Apabila ditemukan produk yang di-recall masih ada di tempat tertentu, bersama-sama dengan industri farmasi akan dilakukan pemusnahan," ujarnya.

Dia mengeklaim tidak menghitung berapa jumlah produk obat sirop yang tercemar EG dan DEG yang ditarik di sarana obat di Lampung. "Untuk jumlah sendiri kami tidak hitung, secara pasti yang ada di pasaran sudah di-recall industri farmasi melalui pedagang besar farmasinya," katanya.

 Sebelumnya, BPOM RI melaporkan ada 7 obat sirpp dengan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di luar ambang wajar.

Obat-obat sirop tersebut diproduksi dari tiga perusahaan farmasi, yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afifarma.

Produk obat sirop dengan cemaran EG dan DEG dari tiga industri farmasi.

PT Afifarma

1. Paracetamol Drops

2. Paracetamol Sirup Rasa Peppermint

3. Vipcol Sirup

PT Yarindo Farmatama

4. Flurin DMP Sirup

PT Universal Pharmaceutical Industries

5. Unibebi Cough Syrup

6. Unibebi Demam Drop

7. Unibebi Demam Syrup

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar