#pajak

BBM, Ban, hingga Detergen Berpotensi Dikenai Cukai

( kata)
BBM, Ban, hingga Detergen Berpotensi Dikenai Cukai
Ilustrasi BBM. dok MI/Panca Syurkani


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerapkan cukai untuk bahan bakar minyak (BBM), ban karet, hingga detergen. Namun, wacana ekstensifikasi barang kena cukai itu tidak dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan barang-barang tersebut akan dikenakan cukai dalam jangka menengah panjang. Pasalnya, sejauh ini Kemenkeu masih melakukan kajian dengan berbagai pertimbangan.

"Kami dalam konteks menimbang-menimbang kiri dan kanan, tapi tentunya ini dalam lima tahun ke depan jangka menengah panjang. Namanya kajian, bukan kebijakan," kata dia kepada wartawan, dikutip Selasa, 14 Juni 2022.

Baca juga: Kebijakan Cukai Rokok di Indonesia Buka Peluang untuk Penghindaran Pajak

Ia menjelaskan, pengenaan cukai terhadap BBM dilakukan karena pemerintah ingin mengurangi penggunaan energi berbahan fosil. Apalagi emisi yang dihasilkan dari energi fosil seperti minyak dan batu bara tergolong tinggi sehingga perlu diantisipasi.

"Kalau sekarang kan jelas-jelas pertalite enggak naik, listrik enggak naik, itu jelas 2022. Bahkan 2023 kami pastikan, kan ketidakpastian kan masih sangat tinggi, jadi kami enggak akan gegabah, tapi kajianya masih terus jalan," ungkapnya.

Febrio menambahkan, pemerintah juga mempertimbangkan aspek lain yaitu masalah lingkungan terhadap ketiga barang tadi. Namun, ia menegaskan pemberlakuannya akan dilakukan dalam jangka menengah panjang, bukan sekarang.

"Jangka paling pendek 2023 kami coba lihat bersama-sama dengan DPR yang bisa diperluas basis dari (penerimaan) cukai," pungkas dia.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar