#uangpalsu#beritalampung#persidangan

Bayar Utang Pakai Uang Palsu Warga Trimulyo Diancam 10 Tahun Penjara

( kata)
Bayar Utang Pakai Uang Palsu Warga Trimulyo Diancam 10 Tahun Penjara
Suasana persidangan kasus uang palsu. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Membayar utang menggunakan uang palsu, Hendi Setio, 36, warga Desa Trimulyo, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, diancam 10 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tangjungkarang, Bandar Lampung, Rabu, 29 Januari 2020.

Jaksa Achmad Maulana dalam dakwaanya mengatakan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 36 Ayat (1) jo Pasal 26 (1) UU RI Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur Pasal 36 Ayat 1, setiap orang yang memalsukan rupiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar," kata Jaksa Achmad.

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal pada Jumat, 11 Oktober 2019 dan Sabtu 12 Oktober saat terdakwa harus membayar utang kepada saksi Asri sebesar Rp11 juta. Kemudian terdakwa berfikir untuk melakukan mencetak uang yang akan dipergunakan terdakwa untuk membayar hutang kepada saksi Asri.

"Perbuatan terdakwa mencetak uang dengan cara mencetak uang asli pecahan Rp100 ribu dan uang pecahan Rp50 ribu menggunakan printer sebanyak Rp11 juta, dengan rincian pecahan Rp100 ribu sebanyak 88 lembar dan pecahan Rp50 ribu 44 lembar," ujarnya.

Dia mengatakan setelah berhasil mencetak uang palsu sebanyak Rp11 juta, kemudian uang itu disusun, diikat dan dimasukan kedalam tas. Lalu terdakwa bertemu dengan saksi atau korban Asri dan menyerahkan uang palsu itu untuk membayar utang dan langsung pergi.

Dalam sidang dengan agenda yang dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Syamsudin, Jaksa Achmad Maulana, langsung menghadirkan tiga orang saksi dan korban.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar