#jalantol#jtts#tollampung#ekbis

Bayar Tol Bakter Tidak Bisa Lagi Tunai, Ini Sanksi Yang Melanggar

( kata)
Bayar Tol Bakter Tidak Bisa Lagi Tunai, Ini Sanksi Yang Melanggar
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Mulai akhir Februari 2020 pengguna jalan tol ruas Bakauheni-Terbangibesar (Bakter), gerbang loket masuk tol sudah tidak menerima pembayaran secara tunai.

Branch Menejer PT Hutama Karya Ruas Bakauheni-Terbangi Besar Hanung Anindito mengatakan khusus gerbang Kotabaru pada dasarnya sudah tidak bisa tunai, sebab gerbang tol sudah bisa dilakukan dengan menggunakan sistem dua kartu. Yakni jika kartu pertama (kartu masuk) saldo kurang bisa menggunakan kartu kedua yang memiliki saldo untuk pembayaran, atau dengan cara pinjam kartu kendaraan belakang atau membeli kartu baru.

"Akhir bulan ini akan kami rubah semua ke sistem dua kartu untuk semua gerbang, dengan sanksi yang saldo kurang wajib membeli kartu bersaldo," ujarnya, Minggu, 23 Februari 2020.

Menurutnya, sistem dua kartu tersebut digunakan untuk menghilangkan pembayaran tunai. Kedepan sanksi bagi pembayaran jalan tol kurang saldo adalah dengan wajib membeli kartu baru beserta saldonya, sehingga tidak ada lagi tunai dan top up di pintu gerbang tol.

Untuk harga kartu kosong Rp20 ribu plus saldo Rp80 ribu, jadi harga kartu Rp100 ribu. Sedangkan gerbang tol tertentu akan disediakan isi saldo senilai Rp180, Rp280 dan Rp380 sesuai tarif.

"Karena top up di gerbang dan pembayaran tunai membuat antrean panjang di gerbang keluar," ujarnya.

Meski demikian, untuk pembayaran tunai di gerbang tol selain Kotabaru masih bisa dilakukan, sehingga meski pembayaran secara tunai akan tetap mendapatkan struk.

"Gerbang Kotabaru saat ini sedang uji coba. Tapi karena antrean panjang, kita terima tunai untuk menghindari antrean panjang," katanya.

Kemudian untuk pembayaran tol menggunakan uang tunai, pihaknya memastikan bahwa uang tersebut akan masuk ke kas negara. Selain itu dilengkapi dengan sensor optikal yang berada disamping dan sensor loop coil di dalam beton serta CCTV yang akan masuk ke sistem tol, data tersebut tidak bisa dihapus. Setiap tahun pihaknya juga ada audit pada laporan tol tersebut.

Hal ini menanggapi sejumlah pertanyaan dari masyarakat yang mengeluhkan pembayaran tol secara tunai tidak mendapatkan struk.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar