#penyeberangan#penaikan-tarif#Tajuk-lampung-post
Tajuk Lampung Post

Bayar Kontan Penaikan Tarif

( kata)
Bayar Kontan Penaikan Tarif
Ilustrasi Pixabay.com

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menaikkan tarif penyeberangan di sejumlah lintasan pada Desember tahun 2019. Salah satunya di lintasan Merak—Bakauheni yang akan naik 14,51%.

Penyesuaian tarif angkutan penyeberangan tersebut berdasar pada Keputusan Menteri Perhubungan No PM 66 Tahun 2019 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan. Kenaikan tarif dapat dilakukan setahun sekali setelah dilakukan evaluasi dan mendapatkan persetujuan pemerintah serta dituangkan dalam keputusan menteri perhubungan.

Para pengguna tentunya akan menerima apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah soal kenaikan tarif tersebut. Namun, tentunya para pengguna angkutan lintas penyeberangan pun harus mendapatkan layanan lebih dibanding dengan sebelum adanya kenaikan tarif.

Persoalan pelayanan yang kurang maksimal seolah menjadi hal klasik dalam bidang transportasi, tak terkecuali di lintas penyeberangan. Hal itu memang kerap terjadi setiap saat. 

Oleh sebab itu, apa yang menjadi kekurangan tersebut harus menjadi perhatian serius pihak operator. Kondisi tersebut harus bisa segera diperbaiki dan ditingkatkan. Pelayanan yang baik, kenyamanan, dan keamanan maksimal harus diberikan ASDP sebagai operator lintas penyeberangan.

Apalagi, kenaikan tarif yang mulai diberlakukan Desember ini bertepatan dengan dua libur nasional, yakni Natal dan Tahun Baru. Saat seperti itu, arus penyeberangan di lintas Selat Sunda yang menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia itu, akan makin sibuk dan padat.    

Saat libur dua hari besar tersebut, ASDP menargetkan jumlah 2,2 juta penumpang dan 305 ribu kendaraan yang akan menggunakan jasa penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut.

Jumlah manusia yang melakukan aktivitas untuk menyeberang ke Pulau Jawa tidaklah bisa dibilang sedikit, begitu juga dengan kendaraan.

Tentunya pengelola pelabuhan harus sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Sarana dan prasarana yang ada harus lebih dioptimalkan untuk melayani para penyeberang. Para petugas, lokasi pembelian tiket, ruang tunggu, hingga sarana feri yang melayani penyeberangan harus bisa memberikan kepuasan bagi para pengguna. Jangan sampai dengan jumlah penumpang yang berjubel dan kendaraan yang membeludak bisa menjadi permasalahan jika tidak diantisipasi dari awal.

Sebagai operator penyeberangan, memberikan pelayanan terbaik harus menjadi prioritas ASDP. Jangan hanya menaikkan tarif tapi tidak dibarengi dengan pelayanan maksimal.

Pelayanan terbaik tentunya menjadi harapan bagi para pengguna jasa penyeberangan. Kenyamanan yang baik akan menjadi teman menyenangkan para pengguna selama menjalani perjalanan di atas Selat Sunda.

Kenaikan tarif harus dibayar kontan dengan pelayanan yang maksimal. Jangan sampai kenaikan ongkos menjadi bumerang karena tidak diikuti pelayanan yang baik. Para pengguna wajib mendapatkan yang terbaik sesuai dengan apa yang sudah mereka keluarkan, bukan isapan jempol atau lips service.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar